"Ini adalah forum ekonomi, tapi izinkan saya membuat satu poin menarik, tanpa stabilitas politik tak bisa kita majukan ekonomi. Invasi Irak secara khusus memulai serangkaian bencana kekacauan dan negara negara seperti Irak dan Timur Tengah lainnya yang disebut Arab Spring," kata Najib di Plenary Hall JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (2/8/2016).
Setelah invasi tersebut, Najib lalu menyebut adanya tantangan baru yakni teroris yang berkedok Islam. Aksi kelompok itu telah membuat nama Islam tercemar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
World Islamic Economic Forum ke-12 (Foto: Bagus PN/detikcom) |
"Kita menghadapi ancaman dari teroris yang gunakan topeng Islam. Kita sebagai negara-negara mayoritas muslim harus mengutuk mereka. Mereka menculik kaum muda kita. Harus ada undang-undang agar aparat kita mengambil langkah yang dibutuhkan," ujar Najib.
Negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim harus bersatu melawan kelompok itu. Sehingga pembangunan ekonomi dapat lebih stabil.
"Orang-orang banyak yang sudah tertipu kelompok (yang mengatasnamakan) Islam ini. Ini merupakan perjuangan kita semua," sebut Najib. (bpn/hri)












































World Islamic Economic Forum ke-12 (Foto: Bagus PN/detikcom)