"Tema jambore ini berkaitan dengan semakin intensnya ketegangan sosial berbasis sektarian bahkan konflik yang disulut sentimen etnis seperti kasus Tanjungbalai kemarin. Fenomena ini mengisyaratkan perlunya kita terus memperkuat dan menyemaikan nilai-nilai toleransi, terutama di kalangan generasi muda", ucap Direktur Eksekutif MAARIF Institute Fajar Riza Ul Haq dalam keterangan tertulis, Senin (1/8/2016).
Foto: Kegiatan jambore (Dok. Maarif Institute) |
Kegiatan Jambore Pelajar SMA Se-Jawa 2016 ini merupakan kegiatan tahunan kali keempat sejak tahun 2013. Ada 100 pelajar dari 19 kabupaten/kota di Pulau Jawa yang telah lolos seleksi mengikuti kegiatan ini. Menurut Direktur Program MAARIF Institute Abdullah Daraz, peserta berasal dari SMA dan SMK negeri maupun swasta pilihan, karena syarat masuk peserta cukup ketat.
Tak hanya memiliki pengalaman aktifitas kesiswaan di sekolah masing-masing, para peserta juga harus mengirimkan tulisan esai yang dinilai tim juri. Konsistensi MAARIF Institute menyelenggarakan kegiatan ini secara reguler bertujuan memberikan pencerahan dan penyadaran bagi para generasi muda agar tidak mudah terbawa arus kebencian yang kian gencar disebarkan oleh para ashabul fitnah (kelompok ekstrem yang menggunakan strategi fitnah) yang dapat menyebabkan disintegrasi bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan ini akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy Selasa (2/8) hari ini pukul 09.30 WIB, di Gedung Graha Witjaksana Praja, Kantor Gubernur Jawa Timur, Jl. Pahlawan Surabaya. Akan hadir dalam acara pembukaan itu antara lain Gubernur Jawa Timur dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang juga merupakan co-partner dari kegiatan jambore ini. (miq/bal)












































Foto: Kegiatan jambore (Dok. Maarif Institute)