Menko Puan Jalin Kerja Sama Bidang Pembangunan Manusia dengan Tiongkok

Menko Puan Jalin Kerja Sama Bidang Pembangunan Manusia dengan Tiongkok

Moksa Hutasoit - detikNews
Selasa, 02 Agu 2016 03:56 WIB
Menko Puan Jalin Kerja Sama Bidang Pembangunan Manusia dengan Tiongkok
Foto: Menko PMK Puan Maharani bersama Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Liu Yandong dalam forum High Level People to People Exchange Mechanism (Dok. Kemenko PMK)
Jakarta - Setelah pertemuan pertama High Level People to People Exchange Mechanism di Jakarta Mei 2015 lalu berjalan sukses dan menghasilkan sejumlah kerjasama konkret kedua negara, awal Agustus 2016 ini digelar pertemuan serupa di Guiyang, Tiongkok.

Menko PMK Puan Maharani memimpin delegasi Indonesia yang terdiri atas Menristek dikti, Dubes RI untuk RRT, para deputi kementerian, dan jajaran eselon I kementerian/lembaga negara itu ke Tiongkok.

"Kita percaya bahwa pertemuan telah mencapai hasil yang signifikan bagi pengembangan dan peningkatan kerjasama kedua negara, khususnya di bidang hubungan antarmasyarakat. Kerjasama ini diharapkan dapat membangun suatu dunia yang sehat dan aman, suatu dunia yang setiap orang dapat hidup dalam suasana damai, suatu dunia yang terdapat keadilan dan kemakmuran untuk setiap orang, dan suatu dunia dengan nilai kemanusiaan mencapai kejayaannya yang penuh." ujar Menko PMK dalam pembukaan pertemuan, dalam rilis Kemenko PMK, Senin (1/8/2016).
Menko PMK Puan Maharani dalam forum High Level People to People Exchange Mechanism (Dok. Kemenko PMK)

Menko Puan Maharani memaparkan sejumlah potensi kerjasama yang dapat dijalin antara Indonesia dengan Tiongkok terkait tugas pokok dan fungsinya selaku Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Potensi kerjasama itu antara lain pada bidang pendidikan, industri kreatif (media), kesehatan, pariwisata, kepemudaan, dan olahraga. "Saya yakin bahwa bidang-bidang kerjasama tersebut akan memberikan manfaat bagi kedua negara," ujarnya.

Kerja sama dalam bidang ristek dikti, Puan berharap Pemerintah Tiongkok dapat bekerja sama meningkatkan kapasitas riset dan teknologi melalui investasi, alih teknologi, pelatihan dan pengembangan produk bersama.

Selain itu, Puan juga mengharapkan pemberian beasiswa Pemerintah Tiongkok kepada mahasiswa Indonesia dapat terus meningkat, terutama untuk jenjang pendidikan tinggi dan pendidikan vokasional berbagai jurusan.

Untuk kerja sama bidang kebudayaan, Puan berharap jalinan kerjasama itu dapat memperkuat promosi budaya hingga meningkatkan pemahaman budaya kedua negara. Puan sangat setuju akan inisiasi kesepakatan 'Pernyataan Kehendak' Indonesia - Tiongkok mengenai pendirian Pusat Budaya Timbal Balik yang ditandatanganinya pada pertemuan tingkat tinggi ini.

Di samping kerjasama kebudayaan, Puan juga mengajak Tiongkok untuk kerja sama sektor wisata dengan mendorong target 10 juta wisatawan dua arah sebagaimana konsesus kedua Presiden. Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan aturan bebas visa bagi wisatawan asal Tiongkok.

"Saya juga menyambut baik kerjasama 'Giant Panda' Indonesia-Tiongkok yang telah disepakati tahun 2013 lalu. Lembaga terkait di Indonesia telah siap menerima kedatangan 'Giant Panda' Tiongkok. Saya sepakat bahwa hewan Panda akan menjadi simbol persahabatan dan kerjasama erat Indonesia-Tiongkok," lanjut Puan.

Potensi kerjasama yang ingin digalang lainnya adalah bidang kepemudaan. Puan memandang perlu untuk meningkatkan lagi program pertukaran pemuda kedua negara. Hal ini penting karena pemuda yang saling memahami baik Indonesia maupun Tiongkok sangat diperlukan dan akan menjamin keberlanjutan hubungan keejasama kedua negara yang sudah sejak lama dirintis ini.

Hubungan kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Tiongkok di berbagai bidang semakin pesat dalam beberapa waktu terakhir. Hubungan itu ditandai dengan meningkatnya pertemuan antara pemimpin kedua negara bahkan sejak menjabat tahun 2014 lalu, Presiden Joko Widodo terhitung sudah empat kali bertemu dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, di samping dalam pertemuan penting dalam forum-forum resmi kenegaraan lainnya.

Rentang waktu enam tahun terakhir, hubungan kerjasama Indonesia - Tiongkok telah menghasilkan setidaknya 60 kesepakatan, 20 di antaranya merupakan kesepakatan kerjasama hubungan antarmasyarakat kedua negara (people to people exchange)

(miq/rii)


Berita Terkait