Ngurah (56) asal Lombok mengatakan akan terbang ke Denpasar, Bali memakai jasa penerbangan Lion Air. Namun karena dibatalkan, dia pun memilih untuk refund atau pengembalian uang sejumlah harga tiket yang ia beli.
"Refund karena belum tentu ada kepastian besok terbang. Tanggapan Lion Air tadi sempat bilang dana mereka habis dan baru bisa besok diambil di Lion terdekat. Dioper-opper dan nggak jelas infonya," jelas Ngurah yang terbang bersama 3 orang keluarga kepada detikcom Senin (1/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Suasana di bandara Lombok (Masaul/detikcom) |
Hal senada juga dikatakan oleh Rasiun (50) penumpang yang akan terbang ke Samarinda, Kaltim. Ia sekeluarga berlima direncanakan naik pesawat maskapai Lion Air.
"Saya menunggu baliknya uang kalau nggak tiket jadwal ulang, mau tidur di sini (di bandara)," kata Guru Agama Islam SD yang datang ke Lombok untuk bertemu keluarganya itu.
Dia mengaku merasa rugi, karena tidak ada kejelasan dari pihak maskapai. "Tadi sudah antre tapi belum ada kejelasan dan saya milih ngalah mundur dulu karena berdesakan dan antre panjang," ujar Rasiun.
Felix (20) dan Meli (20) asal dari Surabaya yang mengaku liburan ke Lombok juga harus tertunda karena pembatalan penerbangan. Ia mengerti kalau pembatalan karena paparan abu vulkanik, namun pelayanan maskapai membuat ia geram.
"Saya ke sini 5 orang untuk liburan terus mau lanjut ke Bali. Penerbangan dibatalkan karena ada erupsi Rinjani nggak apa. Tapi saya ke petugas, ke pihak Lion, dia nggak bisa beri info jelas. Malah kita dioper-oper membuat kita jengkel karena sudah antre. Malah saya dibilangin uang kami (Lion) habis. Nyuruh refund di luar bandara, dan di luar dioper lagi ke bandara," ketus Meli.
"Tanggung jawab kurang. Kami mau refund karena ndak pasti terbangnya besok apa tidak," sambung dia.
Pihak bandara di dalam pengeras suara mengatakan, kepada seluruh penumpang bila ingin pengembalian tiket atau penjadwalan ulang untuk melapor terlebih dahulu ke konter cek in.
(miq/miq)












































Foto: Suasana di bandara Lombok (Masaul/detikcom)