BPTJ Bertandang ke Pemkot Tangerang Bahas Integrasi Transportasi

BPTJ Bertandang ke Pemkot Tangerang Bahas Integrasi Transportasi

Rini Friastuti - detikNews
Senin, 01 Agu 2016 19:10 WIB
BPTJ Bertandang ke Pemkot Tangerang Bahas Integrasi Transportasi
Foto: Dok. Humas BPTJ
Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) hari ini melanjutkan roadshow Rancangan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (rancangan RITJ) ke kantor Wali Kota Tangerang. Kota Tangerang telah memiliki rencana besar untuk menangani transportasi dan kemacetan di wilayahnya.

Dalam rilis BPTJ yang diterima detikcom, Senin (1/8/2016), roadshow dipimpin oleh Kepala BPTJ Elly Andriani Sinaga. Di Tangerang, Elly disambut Wali Kota Tangerang Arif Rachadiono Wismansyah.

"Kota Tangerang ini sudah mempunyai rencana yang bagus terhadap transportasinya. Dan kami akan sangat senang membantunya. Terutama dalam pengintegrasian jaringan pelayanan angkutan umum, kereta commuter, kereta bandara, MRT dan lainnya," kata Elly.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kota Tangerang memiliki tatanan transportasi tersendiri yang berbeda dengan wilayah tetangga DKI lainnya. Mereka memiliki moda transportasi angkutan darat, kereta api dan angkutan udara. Namun kemacetan masih menjadi sebuah masalah yang hingga kini masih dicari solusinya.

"Saat ini kondisi transportasi dari Tangerang ke Jakarta melalui Tol Karang Tengah sangat macet bisa mencapai 11 kilometer dan menjadi tantangan tersendiri untuk diurai," kata Elly.

Untuk mengatasinya, Pemkot Tangerang tengah membangun KA ke arah bandara Soekarno-Hatta yang pengerjaannya telah mencapai 90 persen.

"Kami melakukan berbagai upaya seperti mengundang Jasa Marga untuk membahas tol Jakarta-Tangerang yang sangat macet seperti membebaskan lahan untuk kereta bandara yang telah mencapai 70 persen dan untuk tol bandara masih 20 persen," ujar Wali Kota Tangerang Arif Rachadiono Wismansyah.

Sementara untuk moda kereta api, akan ada perpanjangan jalur KA dari Pasar Anyar hingga perempatan Cadas di Kabupaten Tangerang. Arif mengharapkan BPTJ akan membantu dalam integrasi angkutan jalan dan kereta api, termasuk integrasi antara TransJakarta dan KCJ.

Sementara itu terminal Poris Plawad, menurut Elly, nantinya akan segera diserahkan ke BPTJ. Lahan terminal Poris Plawad yang memiliki luas sebesar 5,4 ha tersebut akan dikembangkan untuk integrasi angkutan jalan dan kereta api.

"Wali Kota Tangerang sudah membuat rencana akan menjadikan daerah Plawad yang terintegrasi antara angkutan jalan dan kereta. Nanti stasiun keretanya dibuat seperti Gambir. Jadi dari Bandara tinggal ke kota Tangerang lanjut kereta ke Cirebon, Bandung dan kota lainnya. Buat loop gitu, bagus itu, jadi tak harus semua ke Gambir," kata Elly. (rni/nrl)


Berita Terkait