Guru di Purwakarta Terancam Sanksi Bila Biarkan Siswa Bawa Kendaraan ke Sekolah

Tri Ispranoto, - detikNews
Senin, 01 Agu 2016 19:13 WIB
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Purwakarta - Penegasan kembali Perbup Purwakarta mengenai sanksi tegas bagi siswa membawa kendaraan ke sekolah dalam bentuk Surat Edaran No 024/1737/Disdikpora 2016 tidak hanya berlaku bagi para siswa. Ketentuan itu juga berlaku bagi para guru.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, mengakui jika selama ini Perbup yang dikeluarkan sejak pertengahan tahun 2015 tersebut berjalan tidak efektif. Pasalnya banyak guru yang tidak berani tegas sehingga para siswa tetap membawa kendaraan ke sekolah.

"Kita kan sudah sering lakukan razia bersama polisi. Tapi tetap saja ada yang sembunyi-sembunyi dan tidak kapok. Ditambah memang pihak sekolah tidak tegas terhadap siswa," jelas Dedi, Senin (1/8/2016).

Sementara itu Sekdisdikpora Kabupaten Purwakarta, Purwanto menegaskan, dalam surat edaran tersebut disebutkan jika para guru pun dapat dikenakan sanksi berupa penundaan pangkat jika tetap melakukan pembiaran terhadap para siswa yang membawa kendaraan ke sekolah.

"Guru atau pengawas wajib melapor dan menindak anak yang membawa kendaraan ke sekolah. Kalau ada pembiaran seperti melihat anak berkendara tapi dibiarkan, maka akan ada sanksi penundaan kenaikan pangkat," tegas Purwanto.

Purwanto pun meminta agar para guru melakukan pengecekan dan teguran terhadap rumah-rumah di sekitar sekolah yang disinyalir menjadi tempat penitipan motor agar tidak menerima jika ada siswa yang menitipkan kendaraannya di tempat tersebut.

(dra/dra)