Dalam keterangan pers KBRI Bangkok, Senin (1/8/2016), pada Minggu (31/7) digelar silaturahmi. Acara ini rutin setiap tahun selepas lebaran. Selain ada bazaar aneka makanan halal juga ada pembacaan ayat suci Alquran serta ceramah.
Selain muslim dari kampung sekitar, acara juga dihadiri tokoh muslim Thailand, Dubes RI Ahmad Rusdi, dan Dubes Malaysia Nazirah binti Hussain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masjid Jawa yang dibangun pada tahun 1906 kini usianya akan menginjak 110 tahun. Masjid berarsitektur Jawa tersebut dibangun oleh seorang Muslim Thailand bernama H. Muhammad Saleh, yang juga besan dari K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.
![]() |
Salah satu putri Muhammad Saleh menikah dengan Irvan Dahlan, putra K.H. Ahmad Dahlan, yang saat itu bermukim di Bangkok. Putra-putri Irvan Dahlan yang merupakan generasi ketiga K.H. Dahlan saat ini masih berada di Bangkok, salah satunya adalah Prof. Dr. Winai Dahlan, Direktur Halal Science Centre Thailand (HASCI).
Lembaga tersebut merupakan lembaga riset makanan di bawah Universitas Chulalangkorn yang berfungsi memberikan rekomendasi untuk penentuan sertifikasi halal oleh terhadap produk di Thailand. Menurut buku The Muslim500, The World's 500 Most Influential Muslims 2016, Prof. Dr. Winai Dahlan adalah satu satunya Muslim Thailand yang termasuk dalam daftar 16 orang ilmuwan Muslim paling berpengaruh di dunia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (The World's 16 most Influential Muslim Scientists in Science and Technology).
Masjid Jawa dibangun dengan tujuan sebagai tempat ibadah bagi para Muslim asal Jawa yang bekerja di Thailand. Saat itu banyak tenaga kerja jawa yang bekerja mengurus kebun di Grand Palace, Istana Raja Thailand saat itu. Tenaga Kerja asal Jawa tersebut terus menetap di Thailand dan menikah dengan penduduk lokal dan memiliki keturunan di Thailand yang sebagian masih tinggal di Kampung Jawa sekitar Masjid Jawa dan sebagian telah menyebar ke wilayah lain di Thailand.
![]() |
Sejumlah Muslim keturunan Jawa generasi kedua yang usianya sekitar 80 tahunan masih mampu menggunakan Bahasa Jawa. Sebagai bagian dari upaya mempertahankan keberadaan Masjid Jawa dan tradisi silaturahmi masyarakat Muslim keturunan Jawa, kerap diselenggarakan silaturahmi masyarakat Muslim Indonesia, termasuk keluarga staf dan pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, dengan masyarakat Muslim keturunan Jawa melalui saling kunjung pada acara-acara keagamaan antara lain buka puasa bersama, perayaan Idul Fitri, dan pelaksanaan bazar.
Tidak ketinggalan, Masyarakat Muslim Indonesia yang merupakan jamaah Masjid KBRI senantiasa memberikan sumbangan material tiap tahun, walapun nilainya tidak besar. (hri/dra)












































