Tolak BBM Naik, Mahasiswa Hujat Gubernur Riau
Kamis, 24 Mar 2005 15:28 WIB
Pekanbaru - Gubernur Riau Rusli Zainal dihujat mahasiswa karena sikapnya yang mendukung kenaikan BBM. Rusli juga dituding gubernur yang sering melancong ke Jakarta tanpa ada urusan yang jelas.Tudingan itu disampaikan sekitar 200 mahasiswa dari Universitas Riau (UNRI) yang melakukan kasi demo penolakan kenaikan BBM di Gedung DPRD Riau, Kamis (24/3/2005) di Jl Sudirman Pekanbaru. Kelompok mahasiswa mengatasnamakan Front Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM ini, menuding Gubernur Riau Rusli Zainal tidak jelas komitmen kerakyatannya."Saban hari Rusli Zainal itu bicara di media massa, jumlah rakyat Riau yang miskin lebih dari 40 persen. Sudah tahu rakyatnya banyak yang miskin, gubernur malah mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk menaikan BBM. Rusli Zainal itu bonekanya pemerintah pusat," teriak mahasiswa dalam orasinya.Mahasiswa juga mempertanyakan Rusli Zainal yang jarang berada di Riau. Gubernur yang pernah dihebohkan pernah hubungan mesra dengan Iyet Bustami ini, sering berada di Jakarta. "Gubernur kita ini sering melancong ke Jakarta," kata mahasiswa. Selain itu mahasiswa juga menilai DPRD Riau tidak memiliki sikap politik yang tegas atas kenaikan BBM. Hal itu dimungkinkan, karena diundurnya sidang Paripurna dari tanggal 19 maret 2005 menjadi tanggal 24 Maret 2005 untuk menentukan sikap politik dalam masalah kenaikan BBM."DPRD kita ini tidak memiliki keberanian untuk mengeluarkan sikap politiknya untuk menolak kenaikan BBM. Mestinya anggota dewan sekarang kita bubarkan saja, karena tidak berpihak pada rakyat," teriak mereka.Paripurna Malam HariSesuai dengan rencana, malam nanti DPRD Riau akan melakukan sidang paripurna untuk menentukan sikap politiknya atas kenaikan BBM. Namun mahasiswa tidak yakin DPRD Riau berani mengambil sikap untuk berseberangan dengan sikap politik DPR RI. Apalagi, dalam pembahasan ini, diperkirakan hanya dihadiri segelintir anggota dewan."Bagaimana kita bisa percaya dengan hasil sidang paripurna nanti malam? Sebab lebih setengah anggota Dewan kita sedang melancong ke Jakarta dan ke Bali dengan dalih kunjungan kerja," kata mahasiswa.Untuk mengawasi keputusan politik soal BBM ini, mahasiswa bertekatd nanti malam akan mengikuti jalannya sidang paripurna DPRD Riau. Mereka akan tetap kembali dengan jumlah yang sama untuk bisa melihat langsung keputusan politik tersebut. "Nanti malam kita rame-rame lagi ke DPRD Riau ini. Kita akan lihat sejauh mana keberanian wakil rakyat kita untuk menentukan sikap politiknya," kata mahasiswa.Sebelum meninggalkan gedung Dewan itu, mereka membacakan pernyataan sikapnya. Antara lain, mendesak DPRD Riau untuk membuat pernyataan politik menolak kenaikan BBM. Mereka juga mengajak masyarakat Riau terus menolak kenaikan BBM dan menuntut janji kampanye SBY-JK dalam pemilu tahun 2004 lalu.Sementara itu, Ketua DPRd Riau Chaidir, usai menerima aspirasi mahasiswa kepada wartawan mengatakan, pihaknya memang tidak bisa menentukan opsi menolak atau mendukung kenaikan BBM. Hal itu dimungkinkan karena semuanya akan diputuskan berdasarkan aspirasi masing-masing anggota Ddewan."Kalau sikap pribadi mungkin rekan-rekan wartawan sudah tahu. Namun rapat paripurna ini kan tidak terlepas dari agenda masing-masing kebijakan partai politik," kata Chaidir.
(nrl/)











































