DetikNews
Senin 01 Agustus 2016, 18:24 WIB

Dedi Mulyadi Lantik Ketua Golkar Karawang di Rumah Penderita Kanker

Tri Ispranoto - detikNews
Dedi Mulyadi Lantik Ketua Golkar Karawang di Rumah Penderita Kanker Dedi Mulyadi memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus Partai Golkar Karawang di halaman rumah warga Kampung Ciselang, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru, Senin 1 Agustus 2016 (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Karawang - Pelantikan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Karawang, Sri Rahayu Agustina, oleh Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terbilang unik dan beda dari yang lain.

Pelantikan yang digelar pada Senin (1/8/2016) itu dilakukan di halaman seorang rumah warga yang mengalami kanker ovarium stadium empat bernama Enih (36) di Kampung Ciselang, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom

"Geus lain waktuna pelantikan di gedung mewah, tapi ayeuna waktuna jeung ngurus rakyat leutik. Nu kudu diingget, nu satia ka Golkar mah jelema-jelema di lembur. Ari di kota mah sok uclak-aclok. Tapi salahna urang-urang sok poho ka jalma nu satia di lembur. (Bukan waktunya pelantikan di gedung mewah, tapi sekarang waktunya untuk mengurus rakyat kecil. Yang harus diingat, yang setia ke Golkar adalah orang-orang kampung. Kalau orang kota itu suka pindah-pindah. Tapi salahnya kita-kita suka lupa dengan orang yang setia di kampung)," jelas Dedi saat memberi sambutan.

Dedi mengungkapkan, dia sengaja menginstruksikan pada panitia pelantikan agar menggelar acara di rumah Enih. Pasalnya beberapa waktu lalu dia menerima pesan via twitter jika Enih harus segera mendapat perawatan lanjutan.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom

Untuk itu Dedi telah berkoordinasi dengan Bupati Karawang, Celica Nurrahadiana, dan ketua Golkar Karawang yang baru dilantik, untuk patungan membantu biaya pengobatan Enih. Pasalnya jika menggunakan BPJS, Enih baru bisa dioperasi pada Juni 2017 mendatang.

"Ini kita jangan berbicara soal politik. Tapi bagaimana kita bersama gotong royong memberi solusi terhadap warga yang membutuhkan. Saya juga meminta pada ketua baru dan jajarannya untuk tidak mengumbar politik, tapi bertindak bekerja langsung ke masyarakat," beber Dedi saat ditemui usai acara.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom

Selama ini Enih menumpang hidup di rumah bibinya, Erna (53). Dia tinggal dengan beberapa anggota keluarga lainnya dalam satu atap. Bahkan dari anggota keluarganya itu terdapat dua orang yang sama mengidap kanker namun telah meninggal dunia.

"Kakak ada yang kanker payudara, kalau bapak kanker usus. Keduanya udah meninggal. Kalau sekarang hidup untuk makan sehari paling Rp 35 ribu, itu dari upah di pabrik boneka," ujar Erna.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom

Setelah selesai acara, Enih pun langsung dibawa ke RS Hasan Sadikin untuk langsung mendapat penanganan tim dokter. Sementara warga yang datang ke acara langsung ditraktir Dedi untuk makan bakso, mie ayam, sate, dan es krim dari para pedagang yang berjualan di sekitaran lokasi.
(trw/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed