Penilitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu focus group discussion (FGD) survei opinion leader. Tahap pertama adalah FGD. Dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2016 dengan 5 orang nara sumber yang berasal dari pakar psikologi politik, pakar tata kota dan transparansi, pakar ekonomi, pakar politik, dan jurnalis. FGD ini bertujuan untuk menentukan aspek-aspek penilaian dan nama kandidat yang akan dinilai oleh para pakar di survei opinion leader . Nama kandidat dipilih berdasarkan prestasi dan jejak rekam yang baik serta dipilih juga nama-naa yang telah mendeklarasikan diri untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta 2017.
Tahap selanjutnya adalah survei oppinion leader. Para pemimpin ini bukan orang yang mudah diakses atau dilakukan penilaian kepribadian secara tatap muka langsung. Maka dilakukan penilaian jarak jauh oleh para pakar, dengan memberikan 25 indikator penilaian yang mengukur 2 dimensi (kapabilitas dan karakter persolan), yang terbagi menjadi 8 aspek untuk dinilai. Survei dilakukan melalui proses expert judgement dari pakar yang telah dilakukan pada rentang waktu 13 Juni-28 Juli 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut hasil survei tentang 3 nama yang paling direkomendasikan pakar untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta:
Prioritas 1: Basuki Tjahaja Purnama dipilih oleh 79,74% responden (sisanya nama-nama lain)
Prioritas 2: Ridwan Kamil dipilih oleh 38,88% responden (sisanya nama-nama lain)
Prioritas 3: Tri Rismaharini dipilih oleh 38,67% responden, (sisanya nama-nama lain)
(van/trw)











































