Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Tajikistan

Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Tajikistan

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Senin, 01 Agu 2016 12:00 WIB
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Tajikistan
Foto: Presiden Jokowi menerima Kunjungan Presiden Tajikistan (Habibi/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan dari Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon. Presiden Tajikistan datang ke Indonesia dalam rangka kunjungan kerja sekaligus untuk mengikuti World Islamic Economic Forum (WIEF).

Acara penyambutan resmi diadakan di halaman Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016) pukul 11.10 WIB. Jokowi langsung menyambut Emomali di halaman Istana Merdeka.

Setelah itu, pasukan pengamanan presiden (Paspampres) memainkan lagu kebangsaan kedua negara. Presiden Jokowi kemudian mengajak Presiden Tajikistan untuk mengecek pasukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum melakukan pertemuan bilateral, Jokowi langsung mengajak Emomali ke halaman belakang Istana Merdeka. Pemimpin kedua negara sempat berbincang-bincang beberapa saat di kursi yang terletak di halaman belakang Istana Merdeka.

Jokowi dan Emomali berbincang di halaman belakang Istana Merdeka (Habibi/detikcom)

"Senang bertemu dengan yang mulia Presiden Emomali Rahmon. Terima kasih atas partisipasi yang mulia dalam pertemuan World Islamic Economic Forum (WIEF) di Jakarta. Saya mendengar ini ketiga kalinya yang mulia ke Jakarta. Saya menyambut baik penunjukan Duta Besar Tajikistan untuk Indonesia," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi senang menerima kunjungan Presiden Emomali (Habibi/detikcom)

Presiden Emomali pun mengaku sangat senang bisa datang ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Jokowi. Pertemuan bilateral pun langsung digelar di ruang dalam Istana Merdeka.

Dalam pertemuan bilateral itu, Jokowi didampingi beberapa Menteri Kabinet Kerja, antara lain Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Seskab Pramono Anung dan Menteri ESDM Archandra Tahar dan Menkominfo Rudiantara.

(kha/hri)


Berita Terkait