"Sekarang, prioritas kita menyiapkan gelombang pertama. Gelombang pertama sekarang ini sudah mencapai 96% sampai 21 Juli lalu. Insya Allah sebelum pemberangkatan gelombang pertama pada 9 Agustus mendatang, sudah kelar," ucap Abdul Djamil dalam keterangannya yang diterima detikcom, Minggu (31/7/2016).
Abdul Djamil menjelaskan, perbedaan pengurusan visa jemaah haji pada gelombang pertama ini akan mengacu pada penerapan sistem e hajj yang diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi. Dimana dalam sistem ini mengharuskan setiap jemaah yang berangkat haji dari negara manapun memiliki paket layanan selama di Saudi, seperti layanan pemondokan, katering, dan transportasi.
"Tahap pertama sekarang sudah 96%, padahal masih H-10 dari jadwal pemberangkatan. Dalam dua tiga hari ke depan insyaallah sudah selesai, Karena Saudi ingin memastikan bahwa jemaah yang datang adalah orang yang sudah terjamin layanannya," Jelas Abdul.
Selain itu, Abdul menyebut visa jemaah yang sudah selesai bisa dicetak di mana saja, dan tidak harus di Kedutaan Saudi Arabia.
"(misalnya) Dari arena MTQ, kita bisa membuka situs Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, lalu masuk bidang pelayanan visa jemaah haji, lalu ketik nomor paspor, lalu ketik nama awal jemaah, maka keluar visa yang bersangkutan. Ini seperti tiket elektronik pesawat. Jadi di mana saja kita bisa menunjukan bahwa kita sudah mendapat visa," sambungnya.
Dengan menerapkan sistem berurutan dan kemudahan dalam proses cetak, Abdul Djamil optimis kalau proses penerbitan visa akan bisa segera diselesaikan. Bahkan, di beberapa daerah lainnya yang sudah mulai memproses penerbitan visa gelombang kedua.
(adf/imk)











































