Jembatan Gantung Putus, 1 Orang Tewas, 13 Luka
Kamis, 24 Mar 2005 14:48 WIB
Jakarta - Jembatan gantung yang melintasi sungai di Desa Limbar, Kecamatan Batangalai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan putus. Akibatnya, 14 orang terjatuh ke sungai. Seorang tewas dan 13 orang lainnya mengalami luka. Kejadian nahas ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (23/3/2005). Ceritanya, saat itu, puluhan warga Limbar pulang dari pengajian majelis taklim. Saat kembali ke rumahnya, mereka melewati jalan gantung sepanjang sekitar 20 meter. Entah mengapa, saat sekitar 14 orang di antara mereka sedang berada di atas jembatan gantung itu, tiba-tiba jembatan itu putus. Lantas, ke-14 orang ini jatuh ke sungai. Sebagian besar korban menimpa batu yang ada di sungai itu. Informasi dari Bripda Ruli, petugas piket Polres HST, untuk sementara, korban tewas berjumlah satu orang. Sedangkan korban lainnya mengalami luka. "Dari laporan sementara di Polres, korban tewas belum diketahui identitasnya," kata Ruli saat dihubungi detikcom, Kamis (24/3/2005). Penyebab putusnya jembatan itu belum diketahui, Dan sampai sekarang, kasus ini masih ditangani Polres HST. Sebagai informasi, jembatan ini dibuat dari kayu ulin. Dan jembatan gantung ini menjadi satu-satunya jalan untuk menuju Desa Limbar itu. Jembatan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Para korban luka pada Rabu malam itu juga langsung dievakuasi ke RS Damanhuri, Kota Barabai. Kota Barabai ini merupakan ibukota kabupaten HST. Jarak lokasi kejadian dengan kota Barabai ini sekitar 10 km. Latifah Hani, petugas RS Damanhuri saat dihubungi detikcom menyatakan, para korban luka tiba di RS ini sekitar pukul 23.00 WIB. Jumlah korban luka yang dibawa ke RS ini berjumlah 13 orang. "Sebagian besar mereka mengalami luka lecet dan trauma kepala, karena benturan dengan batu," kata Latifah. Ke-13 korban luka itu adalah Tinah, Fahmi, Salmah, Towiyah, Nurdinah, Nurlinah, Hj Rosidah, Zainuddin, Ny Sakrawati, Misran, Abdurrahman, Risnawati, dan Nurhamidah. Dari 13 korban luka itu, sampai pukul 14.30 WIB, tinggal tiga orang yang masih menjalani perawatan di RS itu. "Lainnya sudah diperbolehkan pulang, karena hanya luka lecet," kata dia. Ketiga korban yang menjalani rawat inap adalah Towiyah, Nurdinah, dan Nurhamidah. "Ketiganya mengalami luka yang serius di bagian kepala. Kemungkinan terbentur batu," ujarnya.
(asy/)











































