"Ada 28 lukisan maestro, koleksi Istana yg dipamerkan di Galeri Nasional 2 s/d 30 Ags. Ayo ajak teman & keluarga -Jkw," ucap Presiden Jokowi dalam akun twitternya @jokowi seperti dikutip Minggu (31/7/2016).
Pameran bertajuk "17/71: Goresan Juang Kemerdekaan" itu akan digelar di Galeri Nasional, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.
Pameran digelar atas kerja sama Kemensetneg, Kemdikbud, Badan Ekonomi Kreatif, dan Mandiri Art. Pemerintah berharap karya-karya seni tersebut menginspirasi masyarakat Indonesia untuk berkarya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Istana punya 15.000 item karya seni, tapi yang kita pamerkan di galeri nasional Indonesia adalah 28 lukisan dari 21 pelukis di Istana Kepresidenan," imbuh Pratikno.
Sementara mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sebelumnya menyebut, bahwa bangsa Indonesia sejak dahulu adalah bangsa yang kreatif. Sehingga bakat itu harus dihidupkan kembali.
"Kami harap dari sini kita sadari lagi ingatkan ulang bahwa bangsa kita kreatif, karya lukis kreatif. Kita ingatkan kembali bahwa prestasi anak-anak kita bukan saja akademik yang diujikan tapi prestasi kreatif," tutur Mendikbud.
Berikut daftar koleksi lukisan Istana Kepresidenan yang akan ditampilkan di Galeri Nasional:
1. Affandi, Laskar Rakyat Mengatur Siasat, 1946
2. Affandi, Potret H.O.S. Tjokroaminoto, 1946
3. Basoeki Abdullah, Pangeran Diponegoro Memimpin Perang, 1949
4. Dullah, Persiapan Gerilya, 1949
5. Harijadi Sumadidjaja, Awan Berarak Jalan Bersimpang, 1955
6. Harijadi Sumadidjaja, Biografi II di Malioboro, 1949
7. Henk Ngantung, Memanah, 1943 (reproduksi orisinal oleh Haris Purnomo)
8. Kartono Yudhokusumo, Pertempuran di Pengok, 1949
9. Raden Saleh, Penangkapan Pangeran Diponegoro, 1857
10. S.Sudjojono, Di Depan Kelambu Terbuka, 1939
11. S. Sudjojono, Kawan-kawan Revolusi, 1947.
12. S. Sudjojono, Markas Laskar di Bekas Gudang Beras Tjikampek, 1964
13. S. Sudjojono, Mengungsi, 1950
14. S. Sudjojono. Sekko (Perintis Gerilya), 1949
15. Sudjono Abdullah, Diponegoro, 1947
16. Trubus Sudarsono, Potret R.A. Kartini, 1946/7
17. Gambiranom Suhardi, Potret Jenderal Sudirman, 1956
18. Soerono, Ketoprak, 1950
19. Ir. Sukarno, Rini, 1958
20. Lee Man-Fong, Margasatwa dan Puspita Nusantara, 1961
21. Rudolf Bonnet, Penari-penari Bali sedang Berhias, 1954
22. Hendra Gunawan, Kerokan, 1955
23. Diego Rivera, Gadis Melayu dengan Bunga, 1955
24. Miguel Covarrubias, Empat Gadis Bali dengan Sajen, sekitar 1933-1936
25. Walter Spies, Kehidupan di Borobudur di Abad ke-9, 1930
26. Ida Bagus Made Nadera, Fadjar Menjinsing, 1949
27. Srihadi Soedarsono, Tara, 1977
28. Mahjuddin, Pantai Karang Bolong, tahun tak terlacak (sekitar 1950-an) (miq/mpr)











































