"inilah koridor saya untuk berbicara. Batas kiri jangan pidato kampanye presiden, batas kanan jangan sampaikan pidato politik. Kemudian di depan pun jangan lama-lama, sekapur sirih dengan koridor yang diinginkan, diingatkan Ibu Ani," ujar pria yang akrab disapa SBY dalam sambutannya di syukuran 40 tahun pernikahan, Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2016).
Para mantan menteri yang hadir di antaranya adalah Hatta Rajasa, Djoko Suyanto, Chairul Tanjung, Muhaimin Iskandar, Marty Natalegawa, hingga Zulkifli Hasan dan EE Mangindaan yang kini menjabat sebagai pimpinan MPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini yang mungkin berpidato seputar Pilpres adalah Donald Trump dan Hillary Clinton. Kedua, bukan pidato politik. Walau saya ketua umum partai, kapasitas saya malam ini ya suami, ayah, dan kakek. Oleh karena itu, tidak mungkin saya sampaikan pidato politik sebagaimana ketua umum," kata SBY.
Dalam kesempatan ini, kata SBY, dirinya mengucapkan rasa terima kasih dan syukur terhadap koleganya di era Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). SBY ingin, hingga nanti di masa senjanya tetap terus bisa mengabdi bagi bangsa dan negara.
"Mohon doa restu agar kami berdua bisa lanjutkan ibadah kami pada bangsa dan negara. Tidak kenal batasan akhir agar saya dan ibu Ani bisa bimbing anak-anak dan cucu kami agar masa depan mereka masa depan yang baik. Terakhir, kami doakan bapak ibu sahabat agar kekal abadi dan bahagia dalam pernikahan masing-masing," ungkap SBY. (edo/bag)











































