Massa Anti Penutupan TPST Hadang Warga Bojong
Kamis, 24 Mar 2005 14:26 WIB
Jakarta - Konvoi ratusan warga Bojong dan mahasiswa yang menolak pembukaan kembali TPST Bojong menuju Kecamatan Kelapa Nunggal dihadang sejumlah warga yang tidak setuju aksi tersebut. Warga Desa Kelapa Nunggal menutup jalan yang akan dilewati konvoi itu dengan kursi bambu.Warga Bojong menuju ke Kecamatan Kelapa Nunggal setelah melakukan aksi penyegelan terhadap TPST Bojong. Warga bersama sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI, BEM IPB, BEM UPN dan sejumlah aktivis LSM naik 12 truk dan beberapa bus. Konvoi itu tiba di di jalan di Desa Kelapa Nunggal, sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (24/3/2005). Namun ternyata jalan yang akan menuju kecamatan itu diblokir dengan kursi bambu. Di belakang kursi bambu itu, belasan warga desa berjejer menghalangi konvoi yang ingin lewat.Sejumlah warga yang berjajar di belakang blokade meminta agar konvoi itu tak lewat desanya. "Pulang saja. Pulang saja. Jangan lewat sini," teriak mereka.Warga Bojong dan mahasiswa yang dihadang lantas menghentikan truk dan bus. Beberapa dari mereka lantas turun dan melakukan orasi yang intinya meminta jalan dibuka. Koordinator aksi itu lantas berunding dengan Kapolres Bogor Agus K Sutisna yang ikut mengamankan aksi itu. Massa anti penutupan TPST Bojong menghalangi konvoi itu karena takut aksi itu hanya membuat resah warga. "Aksi-aksi seperti ini hanya bikin resah. Kita tidak senang kalau mereka lewat sini," kata Dedi, salah seorang warga Desa Kelapa Nunggal. Dedi menduga aksi warga Bojong itu ditunggangi. "Warga Bojong hanya sedikit. Sisanya mahasiswa dan warga dari mana-mana. Di Bojong memang ada mahasiswa? Itukan namanya ditunggangi," kata Dedi.Setelah perundingan dengan Kapolres, warga Bojong dan mahasiswa setuju tidak melewati jalan itu dengan syarat dicarikan alternatif jalan lain untuk menuju kecamatan.
(iy/)











































