Proses evakuasi si sopir, Asep Suhandi (35), memakan waktu selama hampir setengah jam. Petugas kepolisian dibantu warga sempat mengalami kesulitan karena bagian kepala truk masih bercampur dengan puing bangunan yang ikut roboh karena kerasnya benturan.
"Sopir truk sempat beberapa lama tergencet. Tadi ada anggota yang lebih dulu berada di lokasi. Langsung mengajak warga menyelamatkan sopir, karena terdengar dia berteriak minta tolong, ternyata di truk itu selain sopir juga ada kernetnya," kata Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu kepada detikcom, sekira pukul 13.00 WIB, Sabtu (30/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu |
Setelah berhasil diselamatkan, korban Asep dan kernetnya, Jujun, lalu dilarikan ke RSUD Cianjur untuk mendapat penanganan medis. "Keduanya langsung kita bawa ke rumah sakit menggunakan ambulans," lanjutnya.
Guntur menduga sopir truk belum menguasai jalur di sekitar daerah Bangbayang, ditambah kondisi rem kendaraannya tidak berfungsi.
"Seperti diketahui trek jalan ini turunan panjang dan sedikit berkelok. Salah perhitungan sedikit saja bisa kejadian seperti ini. Saya menduga sopir truk baru pertama kali ke sini dan belum terbiasa dengan jalanan Bangbayang," terang Guntur lagi.
Menurut Guntur, ketika kecelakaan itu terjadi, sekitar pukul 09.15 WIB, anggotanya fokus kepada korban yang masih selamat. Selain itu konsentrasi petugas juga dipecah sebagian lagi mengatur arus lalu lintas yang padat.
"Petugas kita pecah, ada yang fokus di evakuasi dan ada juga yang mengatur arus kendaraan karena banyak pengendara yang memperlambat laju kendaraannya untuk melihat kejadian," lanjutnya.
Proses evakuasi sopir dan kernet |
Berdasarkan data PMI, 10 orang tewas. Sebanyak 8 orang teridentifikasi. Yakni:
1. Muhammad Iam (11)
2. Marsa (4)
3. Siti Aminah (16)
4. Siti Fatmawati (13)
5. M Yusep (16)
6. Herdiana (34)
7. Komar
8. Aisyah (35)
(try/try)












































Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu
Proses evakuasi sopir dan kernet