Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menceritakan proses saat Sandiaga ditunjuk jadi kandidat calon gubernur DKI dari Partai Gerindra, yakni saat gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerindra. "Di Hambalang, Kediaman Pak Prabowo," kata Desmond kepada detikcom, Sabtu (30/7/2016).
Sebenarnya tak ada kata-kata eksplisit yang langsung diutarakan Prabowo untuk menunjuk Sandiaga menjadi penantang Ahok, di Padepokan Garuda Yaksa, nama kediaman Prabowo di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, kemarin. Prabowo menunjuk Sandiaga lewat 'kode keras', tentu saja kader Gerindra sangat peka dengan isyarat politik dari pemimpinnya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja para peserta Rakernas Gerindra menyambut dengan meriah sinyal kuat Prabowo untuk Sandiaga. "Isyarat itu langsung direspon oleh semua peserta dan mereka mendukung Sandi (panggilan akrab Sandiaga)," kata Desmond.
Maka disimpulkan, keputusan ini adalah keputusan Rakernas juga. Ketua Dewan Piminan Daerah (DPD) Partai Gerindra Mohamad Taufik menceritakan, keputusan mendukung Sandiaga itu diambil pukul 16.30 WIB.
"Saat diputuskan Sandi yang maju, tiba-tiba hujan deras turun," kata Taufik dalam keterangannya.
Sandiaga menjadi pilihan Prabowo, bukan Sjafrie Sjamsoeddin atau Yusril Ihza Mahendra yang sebelumnya menjadi kandidat cagub dari Gerindra juga. Hujan deras kemudian membasahi Bukit Hambalang.
"Mudah-mudahan kami bisa mengantarkan beliau menjadi gubernur DKI yang berwajah lebih baik," harap Desmond. (dnu/dnu)











































