Di Konferensi Ulama Internasional, PBNU Bicara Nasionalisme dan Dakwah Ramah

Di Konferensi Ulama Internasional, PBNU Bicara Nasionalisme dan Dakwah Ramah

Rina Atriana - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2016 01:49 WIB
Di Konferensi Ulama Internasional, PBNU Bicara Nasionalisme dan Dakwah Ramah
Foto: Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (Dok. PBNU)
Jakarta - Konferensi Ulama Internasional bela negara digelar di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 27-29 Juli 2016. PBNU mengapresiasi konferensi tersebut dan menganggap tepat digelar saat nilai-nilai nasionalisme semakin memudar di masyarakat.

"PBNU menilai bahwa apa yang digagas oleh Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Mu'tabaroh An-Nahdliyyah sangat tepat di tengah semakin memudarnya nilai-nilai nasionalisme di masyarakat," kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (30/1/2016).

PBNU mencatat setidaknya ada tiga nilai utama terkait konferensi tersebut. Mulai dari konsepsi cinta tanah air hingga dakwah dengan cara yang santun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama, konsepsi cinta tanah air sebagaian dari Iman merupakan platform yang terus dijadikan landasan para ulama untuk memberikan asupan semangat kepada generai muda untuk lebih memiliki semangat mencintai tanah airnya," ujar Helmy.

"Kedua, Islam nusantara, sebagaimana Islam yang dibawa oleh Wali Songo sangat akomodatif dan kompromistis terhadap budaya lokal. Ini adalah bukti faktual bahwa Islam tersebut bersifat Rahmatan Lil Aalamin," jelasnya.

Sementara poin terakhir adalah pada umumnya ulama-ulama atau habib di Indonesia menggunakan jalan dakwah yang santun dan ramah.

"Metode dakwah seperti ini tentu sangat lebih efektif dibandingkan metode dakwah lainnya semisal dengan cara memaksakan kehendak," tuturnya.

(rna/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads