Antisipasi 23 WNI dari Filipina, Polri Perketat Perbatasan

Antisipasi 23 WNI dari Filipina, Polri Perketat Perbatasan

- detikNews
Kamis, 24 Mar 2005 13:54 WIB
Jakarta - Mabes Polri meningkatkan pengamanan di perbatasan untuk mengantisipasi masuknya 23 WNI yang dilatih perakitan bom di Filipina Selatan.Peningkatan keamanan difokuskan pada pelabuhan resmi dan pelabuhan rakyat terutama yang melewati perbatasan di Sulawesi Utara serta di Kalimantan Timur, yakni Nunukan dan Tarakan"Mereka yang pasti tidak akan bisa masuk melalui pelabuhan resmi karena peningkatan keamanan sudah dilakukan. Jadi rute lainnya melalui pelabuhan ilegal diantaranya pelabuhan rakyat," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Kombes Pol. Zainuri Lubis di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (24/3/2005).Apakah Polri punya data Rohmat yang ditangkap di Filipina?"Nanti kita akan menginformasikan karena kamp yang disebutkan berdasarkan data intelijen itu sudah akurat. Apalagi sudah diperkuat dari pernyataan Filipina," ujarnya."Polri akan melakukan koordinsi dengan imigrasi. Apakah Rohmat termasuk dalam daftar target operasi atau daftar pencarian orang, baik itu keterlibatannya dalam kasus bom Bali maupun Marriott," imbuhnya.Kepolisian Filipina menangkat Rohmat seorang WNI yang diduga menjadi anggota Jamaah Islamiyah. Rohmat juga diduga terlibat kasus bom Bali. Dalam pemeriksaan. Rohmat mengaku kamp militer Hudaibiyah telah meluluskan 23 WNI dan dilepas untuk masuk ke wilayah Indonesia. (aan/)


Berita Terkait