Turki Juga Minta Sekolah Terkait Gulen di Thailand dan Kamboja Ditutup

Turki Juga Minta Sekolah Terkait Gulen di Thailand dan Kamboja Ditutup

Rachmadin Ismail - detikNews
Jumat, 29 Jul 2016 07:28 WIB
Turki Juga Minta Sekolah Terkait Gulen di Thailand dan Kamboja Ditutup
Gulen (kiri) dan Gulen (kanan) Foto: Ilustrator Zaki Alfarabi
Jakarta - Turki tak hanya meminta penutupan sekolah terkait Fethullah Gulen di Indonesia. Dari laporan beberapa media, di Kamboja dan Thailand pun ada permintaan serupa.

Media-media di Kamboja pada Rabu (27/7) lalu melaporkan, Turki meminta Kambojak menutup Zaman International School di Phnom Penh ditutup karena diduga berkaitan dengan Gulen. Dalam jumpa persnya, duta besar Turki di Kamboja Ilhan Tug mengklaim sudah berkomunikasi dengan pemerintah dan parlemen Kamboja terkait hal ini.

"Kami ingin melihat grup Zaman di Kamboha berakhir semua aktivitasnya di masa depan," kata Tug.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Thailand juga ada permintaan serupa. Bangkok Post pada 27 Juli lalu melansir, Duta Besar Turki di Thailand Osman Bulent Tulun meminta agar pelaku bisnis di Bangkok tak menjalin hubungan dengan Turkish Thailand Busines Association (TTBA) karena berkaitan dengan Gulen.

"Mereka tidak berkaitan dengan Turki, tak ada bisnisnya di Turki," kata Tulun.

Kepentingan bisnis itu berkaitan juga dengan sekolah-sekolah di Thailand. Namun pihak TTBA membantah ada kaitan dengan Gulen. Disebutkan pihak TTBA, mereka ada adalah organisasi yang didirikan sejak 2007 oleh para pebisnis Turki dan Thailand murni dengan tujuan untuk kepentingan bisnis saja.

Di Indonesia, Kedutaan Turki menyebut menyoroti pengaruh Gulen di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Salah satu yang dipersoalkan adalah sekolah-sekolah yang dipayungi oleh PASİAD. Mereka meminta sekolah itu ditutup.

Sejauh ini, belum ada tanggapan dari pihak Kemendikbud dan pihak sekolah. detikcom berusaha meminta konfirmasi ke Sekretaris Pendidikan Dasar Kemendikbud Thamrin Kasman.

Pemerintah Turki memang gencar membersihkan segala sesuatu yang berkaitan Gulen. Guardian melaporkan, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan keputusan untuk menutup 1.043 sekolah, 1.229 yayasan, 35 institusi medis, 19 perkumpulan dan 15 universitas. Aset-aset mereka dibekukan. (mad/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads