Dirjen PAUD dan Diknas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harris Iskandar (Dirjen PAUD dan Diknas) mengatakan, di Indonesia peran pemerintah untuk membangun PAUD tak bisa berjalan sendirian. Perlu ada bantuan swasta.
"Jadi di Indonesia itu luar biasa. Sekarang partisipasinya mencapai 70,1%. Dan itu tiada lain berkat dua hal, masyarakat yang ingin maju, 190.600 unit layanan PAUD itu punya masyarakat semua," kata Harry saat memberi sambutan dalam acara pencanangan Bedah 100 PAUD PT Charoen Pokphand di Subang, Jawa Barat, Kamis (28/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, hadir juga Presiden Direktur sekaligus Ketua Umum Lembaga Karya Pokphand (LKP) Thomas Effendy, Ketua Bagian Pendidikan LKP Andi Magdalena Siadari, Pembina LKP Eddy S. Zaoputra, Asisten Dua Cecep Supriatin, Kepala Dinas Pendidikan Subang Kusdinar, tokoh masyarakat setempat, dan hadirin undangan lainnya. Acara dibuka oleh tarian anak di PAUD Sayang Anak, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pegaden, Subang, Jawa Barat.
Andi Magdalena mengatakan, maksud dan tujuan program 100 PAUD dibuat untuk membangun dan merenovasi bangunan PAUD menjadi layak utk proses sarana belajar mengajar. Dia menargetkan ada 100 PAUD yang akan direalisasikan. Saat ini, sudah ada 13 yang berdiri, 16 PAUD dalam tahap pekerjaan, dan sisanya masih proses administrasi dan verifikasi.
Kepala Dinas Pendidikan Subang, Kusdinar, menambahkan bahwa PAUD ini adalah pendidikan yang paling dasar dalam pembentukan karakter siswa. Sejauh ini sudah ada 1.034 lembaga PAUD yang ada. "Pendidikan PAUD sangat mewarnai karakter berikutnya," imbuhnya.
Thomas Effendy mengatakan, Subang dipilih sebagai tempat pembangunan PAUD karena berlokasi strategis. Ini adalah bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang fokus pada pendidikan. Selain PAUD ada juga program beasiswa. Program ini sudah berjalan di berbagai provins (mad/mad)











































