Hal itulah yang dirasakan oleh Abah Jani (54), seorang seniman pembuat wayang golek yang tengah mengerjakan 100 wayang untuk mengisi Museum Wayang Purwakarta. Sebagai seniman dia memilih Pendopo Kabupaten Purwakarta sebagai tempat mencari inspirasi dibanding mengerjakan pesanan wayang di rumahnya atau di tempat lain.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Kakek kelahiran 1962 ini sudah sejak Juni lalu mengerjakan wayang-wayang tersebut. Dia lebih memilih di lingkungan Pendopo seperti di Taman Maya Datar atau pun di depan Bale Nagri sebagai 'bengkel' tempatnya bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Sebagai seniman, kata Abah Jani, tempat bisa menjadi faktor penting baginya untuk berkarya. Pasalnya dalam proses pengerjaan wayang dia tidak bisa diburu-buru karena hal tersebut tergantung pada mood dan suasana tempatnya bekerja.
"Ya namanya juga seni, tidak bisa ditentukan kapan selesai. Ada waktunya semangat, ada malesnya juga. Tapi saya sudah sebulan di sini belum ada malasnya," katanya.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Saat ini Abah Jani tengah dipercaya sebagai seniman yang mengerjakan wayang golek untuk dipajang di museum. Satu set wayang pentas atau kurang lebih 100 buah sudah mulai dia kerjakan sejak Juni lalu.
Dalam hitungan normal, satu buah wayang berbahan dasar kayu pule akan menghabiskan waktu satu hingga dua minggu. Hal itu tergantung ukuran, bentuk, dan detail dari tokoh pewayangan yang dibuatnya.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
"Yang paling susah membuat Arimba dan Batarakala itu bisa sampai dua minggu. Kalau yang gampang palingan Punakawan, kaya Si Cepot itu paling enam hari selesai," jelas pria yang telah menggeluti seni pembuatan wayang golek sejak tahun 1980 itu.
Hingga saat ini sedikitnya sudah ada 18 wayang golek buatannya yang telah selesai dan siap dipajang. Sisanya masih terus dia kerjakan sembari menunggu Museum Wayang Nusantara selesai dibangun bersama museum lainnya seperti Museum Nusantara dan Museum Ki Sunda yang rencananya sama-sama akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |











































Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom