Garuda Diminta Beritahu Penggagas Polly Jadi Aviation Security
Kamis, 24 Mar 2005 13:18 WIB
Jakarta - Mantan Dirut Garuda Indra Setiawan diminta memberitahu siapa yang memberi gagasan untuk menempatkan tersangka Pollycarpus sebagai aviation security di pesawat Garuda 974 rute Jakarta-Singapura-Amsterdam, 6 September 2004."Indra harus memberitahukan siapa yang memberi beliau gagasan untuk menempatkan Pak Polly sebagai aviation security," kata Rachland Nashidik, anggota Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (24/3/2005).Pasalnya, menurut Rachland, tugas tersebut bukan wilayah kemampuan Polly. "Ada unit di Garuda Indonesia bernama Fly Safety Inspector yang sudah mengerjakan tugas yang diperintahkan kepada Pollycarpus. Pekerjaan itu artinya overdoing. Kalau Pak Indra tidak bicara saya tidak tahu," ujar dia.Lanjutnya, alasan TPF merekomendasi mantan dirut Garuda karena apapun yang dikerjakan Pollycarpus tidak bisa dilakukan tanpa ada surat perintah dari Indra Setiawan.Dalam kesempatan itu, Rachland mengatakan TPF Munir meminta Polri memeriksa Vice President HRD Garuda Daan Ahmad karena kurang kooperatif."Saya mendengar hari ini Daan dipanggil, tetapi saya belum mengkonfirmasi. Alasan merekomendasi Daan ada bahan yang kami minta tetapi tidak diberikan sampai sekarang yakni standar operasional prosedur Garuda Indonesia," ungkap dia.Menurut dia, Daan sudah berjanji menginventarisir permintaan TPF atas data yang dibutuhkan. "Tetapi sampai dengan saat ini belum dipenuhi juga," imbuhnya.
(aan/)











































