Luhut Minta Menteri ESDM Arcandra Bongkar Dana Cost Recovery Siluman

Luhut Minta Menteri ESDM Arcandra Bongkar Dana Cost Recovery Siluman

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 28 Jul 2016 14:01 WIB
Luhut Minta Menteri ESDM Arcandra Bongkar Dana Cost Recovery Siluman
Sertijab Rizal dan Luhut (Foto: Edward Febriyatri Kusuma)
Jakarta - Menko Maritim Luhut Pandjaitan menyoroti khusus kerja di lingkungan Kementerian ESDM. Kepada Menteri ESDM yang baru Arcandra Tahar dia berpesan agar membongkar dana cost recovery siluman. Jangan sampai hal itu terjadi dan merugikan keuangan negara.

"Untuk Pak Arcandra, Bapak di ESDM kita akan banyak kerja karena saya tahu luar dalam ESDM masalah cost recovery siluman. Di sana kita bisa dobrak dan lapor Presiden. Saya tidak ingin banyak kemunafikan dalam hidup ini, Bapak Ibu semua kita negara sangat tidak efisien," urai Luhut dalam sambutan di Kemenko Maritim, Gedung BPPT, Jakarta, Kamis (28/7/2016). Acara ini dihadiri oleh para menteri di bawah koordinasi Menko Kemaritiman.

Menurut dia, jajaran Kemenko Maritim mesti efisien dalam bekerja. Yang utama keteladanan dan leadership.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Leadership muaranya keteladanan tanpa keteladanan itu bohong. Jangan Anda bersembuny di balik agama, suku, baju tapi pada dasarnya Anda orang tidak disiplin tidak kerja keras. Itu tidak bisa selesaikan masalah. Kita bangun team work bagus jujur bekerja, kita kerjakan dengan hati. Saya percaya apa pun agama latar belakang kita, pasti Tuhan berkati kita," urai dia.

Luhut dalam pidatonya juga menyinggung kerja Menteri Susi yang dinilainya memiliki niat baik membawa Indonesia untuk lebih bagus.

"Sebelum jadi menteri, di Istana Presiden dia cerita illegal fishing dan bagaimana nangani. Dia bilang mungkin Bapak juga ikut bekingi itu. Saya itu tidak mungkin, saya ini kaya. Itu kenangan pertama kali saya dengan Ibu Susi. Berbeda itu tidak mesti bermusuhan, berbeda itu bisa juga rona hidup, tapi sepanjang berbeda itu untuk hasilkan yang lebih baik, itu saya kira yang penting," tutup dia.

(edo/dra)


Berita Terkait