Hanura: Ada Pihak yang Mencoba Jegal Ahok Lewat Isu Prosedural

Hanura: Ada Pihak yang Mencoba Jegal Ahok Lewat Isu Prosedural

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 28 Jul 2016 13:14 WIB
Hanura: Ada Pihak yang Mencoba Jegal Ahok Lewat Isu Prosedural
Foto: Basith Subastian
Jakarta - Pilihan kandidat Gubernur petahana DKI Basuki T Purnama (Ahok) yang akhirnya memilih jalur politik mendapat cibiran sejumlah pihak. Ketua DPP Hanura Dadang Rusdiana menilai ada kelompok tertentu yang berusaha menjegal Ahok.

"Ada orang dan kelompok yang tidak suka sama Ahok, dan mencoba mengganjal dari aspek prosedural yang aneh-aneh, termasuk masalah verifikasi calon independen," ungkap Ketua DPP Hanura Dadang Rusdiana kepada wartawan, Kamis (28/7/2016).

Meski dianggap mencla-mencle karena sebelumnya tegas menyatakan ingin maju lewat independen, keputusan Ahok dinilai sudah melalui pertimbangan yang matang. Dan itu tentunya juga atas perundingan bersama termasuk dengan kelompok relawan Teman Ahok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keputusan Ahok berdasarkan saran dan pertimbangan semua pihak, termasuk teman Ahok. Dalam hal ini kan siapapun nggak bisa ngotot-ngotot, dan berdebat dalam proses," ucap Dadang.

Sekretaris Fraksi Hanura DPR ini pun meminta agar para pendukung Ahok realistis. Seperti diketahui, usai Ahok mengumumkan memilih jalur parpol, gerakan lewat Twitter untuk mengembalikan dukungan KTP pun muncul.

"Kepentingan besar kita adalah menata Jakarta dengan kemenangan Ahok. Jadi yang penting Ahok bisa mencalonkan dan jadi gubernur, tidak kemudian berdebat dalam hal-hal yang tidak perlu," ujar Dadang.

"Seperti jalur mana yang dipilih, perorangan atau parpol? Padahal jalur parpol sudah sedemikian rupa memberikan kemudahan," imbuh dia.

Dadang menolak jika sikap Ahok dianggap sebagai sebuah ketidakkonsistenan. Selain Hanura, dua partai yang sudah memutuskan mendukung Ahok adalah NasDem dan Golkar.

"Itu bukan menunjukan inkonsistensi, tapi justru menunjukan bahwa Ahok pun tidak egois, dan dia mau mendengarkan saran yang lain," tutup anggota Komisi X DPR ini.

(ear/erd)


Berita Terkait