"Mereka terpisah-pisah. Yang jelas dua orang sakit," ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Kemenkolhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (28/7/2016).
Gatot tidak menjelaskan lebih rinci mengenai penyakit dua sandera tersebut. Gatot hanya mengatakan TNI masih dalam posisi siap sedia untuk melakukan pembebasan. Persoalannya, TNI belum bisa masuk wilayah Filipina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah sebelumnya menyatakan sepuluh WNI yang disandera di Filipina berada di dua lokasi berbeda yakni Panamao dan Pulau Palac, Filipina Selatan.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan awalnya tujuh WNI yang disandera pada 20 Juni lalu berada di satu wilayah yang sama, yakni di Panamao, Sulu. Namun pada 1 Juli lalu, tiga sandera dibawa ke Pulau Palac yang berada 64 kilometer dari Panamao. Sementara, empat sandera lainnya masih berada di Barangay, Desa Pangdan, Kalingalan Caluang, Sulu di bawah pengawasan Abu Sayyaf Group Sub Group Alhabsy Misaya.
Pada Sabtu (9/7) malam, insiden penyanderaan kelima kembali dialami WNI. Tiga anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia diculik dari kapal di perairan Sabah, Malaysia. (fjp/fjp)











































