Tolak BBM, Demonstran Saling Dorong dengan Satpam Danamon

Tolak BBM, Demonstran Saling Dorong dengan Satpam Danamon

- detikNews
Kamis, 24 Mar 2005 12:51 WIB
Semarang - Aksi penolakan kenaikan harga BBM tidak hanya difokuskan di Pertamina atau SPBU, tapi juga di bank. Hal itulah yang dilakukan Jaringan Nasional Mahasiswa Bersatu (JNMB) Semarang. Mereka terlibat aksi dorong dengan Satpam Bank Danamon.Aksi yang dilakukan segelintir orang ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (24/3/2005) di Kawasan Tugu Muda Semarang. Di sana, para mahasiswa berorasi sambil membagi-bagikan selebaran kepada pengendara jalan. Dalam orasinya, mereka menyatakan kebijakan kenaikan BBM tak dapat dilepaskan dari besarnya subsidi pemerintah ke bank-bank rekap seperti Bank Mandiri, Danamon, dan lain-lain. Kalau subsidi itu dialihkan, maka uangnya membatalkan kebijakan kenaikan BBM. "Dana likuidititas bank pada masa Orde Baru sangat memberatkan rakyat. Daripada uangnya dibuat subsidi bank, lebih baik digunakan untuk pos lainnya," kata salah satu pendemo Zaenal Muqodir. Selain itu, mereka juga meneriakkan pencabutan mandat kepada SBY - Kalla karena mereka tidak berpihak rakyat. "Kalau BBM masih dinaikkan, berarti mereka tidak empati pada rakyat. Mandat rakyat harus dicabut," teriaknya. Setelah puas berorasi, para demonstran bergerak menuju Bank Danamon, Jl. Pemuda yang jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi awal. Di bank yang bersebelahan dengan Balaikota itu, para pendemo berorasi sebentar dan memaksa masuk ke lokasi untuk penyegelan. Sayang, pintu gerbang bank itu dikunci dan beberapa satpam tampak menjaganya. Sehingga langkah para pendemo tertahan. Akhirnya para pendemo memaksa masuk. Aksi dorong pun terjadi. Setelah berulang kali gagal masuk, pendemo meninggalkan lokasi sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah membacakan pernyataan sikap dan meninggalkan Bank Danamon, pendemo mengancam akan datang lagi. Mereka merasa tidak terima dengan perlakuan satpam setempat. Beberapa poster yang mereka bawa dalam aksi diantaranya, "Tolak BBM sekarang juga, "Bank biang kebangkrutan negara." (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads