Dicari, 23 WNI yang Kursus Rakit Bom di Filipina Selatan
Kamis, 24 Mar 2005 12:38 WIB
Jakarta -
Sebanyak 23 WNI yang berlatih perakitan bom di Filipina Selatan diinformasikan sudah masuk ke wilayah Indonesia. Mereka pun kini sedang dalam pencarian.Informasi itu diperoleh berdasarkan pengakuan Rohmat, salah satu anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap aparat Filipina karena diduga terkait pengeboman di Filipina pada 14 Feberuari 2005 dan pelatihan bom.Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar sudah memerintahkan jajaran Polri untuk melacak keberadaan 23 WNI tersebut."Ya itulah makanya melalui informasi, kita melakukan pencarian dan penyelidikan di mana saja mereka-mereka itu," katanya saat ditanya wartawan mengenai keberadaan mereka.Hal itu disampaikan Da'i sebelum mengikuti Sidang Kabinet di Kantor Presiden jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Kamis (24/3/2005).Dituturkan dia, dari beberapa kasus yang terjadi di Filipina, diduga ada keterlibatan WNI sejak beberapa waktu yang lalu. Mereka ditengarai masuk ke wilayah Filipina melalui lintas batas tradisional antara Sulawesi Utara dengan Filipina Selatan."Ya justru kita sudah melakukan (koordinasi dengan polisi Filipina). Jadi hasil informasi itu sedang kita kembangkan di Indonesia," kata Da'i.Dari hasil pengembangan informasi, lanjut dia, diduga ada WNI yang sudah ditahan di Filipina, tetapi juga ternyata terkait dengan beberapa kasus peledakan di Indonesia.Untuk itulah Polri tengah mendalami informasi tersebut dengan kasus-kasus peledakan di Indonesia, terutama kasus peledakan bom Bali 2002, bom Marriott 2003, maupun bom Kedubes Australia 2004.
(sss/)










































