Digusur, Ratusan Tukang Becak Demo Tolak Kenaikan BBM

Digusur, Ratusan Tukang Becak Demo Tolak Kenaikan BBM

- detikNews
Kamis, 24 Mar 2005 12:34 WIB
Semarang - Tukang becak Semarang mulai dipersempit ruang geraknya. Tak ambil peduli ada tidaknya hubungan isu penggusuran dan BBM, mereka berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Aksi 200-an tukang becak yang dilakukan bersama sejumlah aktivis Front Perjuangan Rakyat Miskin (FPRM) itu dimulai sekitar pukul 09.30 WIB di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl Pahlawan. Mereka membentangkan spanduk besar kain merah bertuliskan 'Tolak penggusuran, tolak BBM, dan turunkan SBY-JK sekarang juga.' Laiknya demonstran menolak kenaikan BBM, para tukang becak meneriakkan kata-kata 'Tolak BBM' berulang kali dengan lantang. Mereka juga menyanyikan lagu, 'Tolak, tolak, tolak BBM, tolak BBM sekarang juga.' Setelah puas 'menguasai' Bundaran Air Mancur, mereka bergerak melewati Jl Pahlawan, Kawasan Simpang Lima, Jl Pandanaran, dan menuju Balaikota Semarang, Jl Pemuda. Di sepanjang perjalanan, mereka mengajak tukang becak lainnya. Sehingga peserta aksinya pun bertambah banyak. Karena peserta aksinya melimpah ruah, jalanan pun macet total. Polisi yang sejak awal mengawal aksi mereka tidak bisa apa-apa. Mereka hanya mengatur lalu lintas agar tidak tambah kacau. Salah satu tukang becak, Suwito (38) mengatakan, akhir-akhir ini lahan hidup mereka berkurang. Mereka dilarang melintasi beberapa jalur yang banyak penumpang. Dengan demikian penghasilan mereka pun berkurang drastis. "Di lain tempat kan sepi. Sementara kami tak boleh masuk kawasan yang banyak penumpang. Pemerintah harus mengambil kebijakan yang baik buat kami," katanya di sela-sela aksi. Hingga saat ini, para tukang becak tertahan di Balaikota Semarang. Mereka terlihat duduk-duduk sambil menikmati orasi aktifis FPRM. Belum ada satu pun pegawai Pemkot yang menemui mereka. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini