Yuddy Telah Bawa Pulang Semua Barangnya dari Kantor PAN RB

Reshuffle Kabinet Jilid II

Yuddy Telah Bawa Pulang Semua Barangnya dari Kantor PAN RB

Ahmad Ziaul Fitrahudin - detikNews
Rabu, 27 Jul 2016 15:33 WIB
Yuddy Telah Bawa Pulang Semua Barangnya dari Kantor PAN RB
Yuddy Chrisnandi (Foto: Ahmad Ziaul Fitrahudin/detikcom)
Jakarta - Yuddy Chrisnandi telah memindahkan semua barang pribadinya dari kantor Kementerian PAN RB ke rumah pribadinya. Bahkan mobil pribadinya yang dia simpan di kantor telah dia bawa pulang sejak Ramadan.

"Saya sudah siap sebelum Ramadan. Saya sudah pindahkan mobil dinas ke kantor walaupun pada saat itu saya belum tahu tapi, ya, saya sudah mempersiapkan diri saja," ujar Yuddy di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Yuddy menuturkan, sejak Selasa (26/7), dia sudah memindahkan barang pribadinya dari kantor ke rumah. Tadi pagi, tak barangnya yang tersisa di kantor. "Anda bisa cek ke ruangan saya, barang-barang pribadi saya sudah beres semua. Sudah kembali ke rumah saya," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuddy akan kembali berkarya di Universitas Nasional di Jakarta. "Saya akan melaksanakan kegiatan saya seperti biasa. Saya guru besar di bidang ilmu politik ekonomi di Universitas Nasional. Tentu akan lebih banyak waktu saya di kampus untuk mengajar, itu saja," ucap dia.

Yuddy mmeminta maaf kepada Presiden Jokowi jika kerjanya tidak sesuai harapan. Presiden Jokowi, lanjut Yuddy, juga meminta maaf kepadanya.

"Beliau mohon maaf menyampaikan tugas saya sebagai menteri tidak bisa dilanjutkan. Saya sampaikan kepada Presiden saya tidak ada masalah sama sekali saya ikhlas dan berterima kasih kepada Presiden sudah diberikan kesempatan bantu beliau dalam waktu 2 tahun. Saya juga minta maaf kepada Presiden kalau selama ini mungkin ada hal-hal perbuatan atau kinerja saya yang tidak berkenan dan tugas yang tidak bisa saya selesaikan dari Beliau," beber Yuddy.

"Bapak mengalah sama Wiranto?" tanya wartawan.

"Bapak Presiden menyampaikan permohonan maaf bahwa Pak Yuddy tidak lagi di kabinet. Namun Pak Presiden tetap berharap saya membantu pemerintahan beliau. Saya juga sampaikan pada beliau 'Pak, saya minta maaf barangkali ada kebijakan saya atau pun harapan-harapan Bapak yang tidak dapat saya penuhi, atau kinerja saya kurang baik'. Bapak Presiden mengatakan sama sekali tidak ada. Pak Presiden mengatakan semuanya baik, ini semata-mata adalah pertimbangan-pertimbangan politik dan situasi politik serta situasi global yang mendorong adanya percepatan dan perubahan, dan tentu itu kita maklumi bersama," jelas politisi Hanura ini.

(nwy/nrl)


Berita Terkait