Luhut awalnya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Dia duduk menempati posisi tersebut sejak 31 Desember 2014, berselang beberapa bulan kemudian setelah Kabinet Kerja terbentuk pada bulan Oktober 2014.
Pada reshuffle pertama pada bulan September 2015, posisi Luhut kemudian digeser oleh Teten Masduki. Teten yang datang dari kalangan aktivis antikorupsi tersebut mulai menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 2 September 2015. Luhut tak dicopot, namun digeser menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, nama Luhut diisukan kembali muncul dalam reshuffle jilid II yang akan diumumkan siang ini oleh Presiden Jokowi. Namun, lagi-lagi dia dirotasi, bukan dicopot. Kabarnya, Luhut akan digeser menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli. Bila ini benar, maka ini adalah jabatan ketiga Luhut yang dipegang selama dua tahun di kabinet.
Selain Luhut, ada nama Sofyan Djalil yang bertahan di kabinet lewat rotasi. Pria berumur 62 tahun tersebut awalnya diangkat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian di kabinet kerja. Pada reshuffle pertama di bulan September 2015, Sofyan kemudian digeser menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggantikan Andrinof Chaniago. Posisi Sofyan sebagai Menko Perekonomian kemudian diisi oleh Darmin Nasution.
Kini, Sofyan diisukan kembali digeser. Dia disebut-sebut akan menjabat sebagai Menteri Agraria menggantikan Ferry Mursyidan Baldan. Bila kabar ini benar, maka Sofyan akan menduduki jabatan pos menteri untuk ketiga kalinya di era Jokowi atau kelima kali sepanjang kariernya. Di era Susilo Bambang Yudhoyono, Sofyan pernah jadi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, dan Menteri Komunikasi dan Informatika.
Rencananya, pengumuman resmi soal pergantian menteri dan pergeserannya akan diumumkan pada pukul 11.00 WIB siang ini.
![]() |












































