"Persiapan terakhir untuk geladi bersih tanggal 29-30 Juli. Seluruh talent siap dan kita tinggal memantapkan skenario serta urutan acara. Tanggal 28 Juli kita harapkan mendapat rekor MURI dengan menghadirkan pembaca Al-barzanji dan budaya Sarakal yang berisi salawat sebanyak 10 ribu orang," kata Kadisbudpar NTB Lalu M Faozal di Jalan Udayana, Kota Mataram, Selasa (26/7/2016).
Selain itu kata dia, para kafilah (sebutan bagi peserta) akan disediakan bus gratis untuk mengelilingi Kota Mataram. Bus akan berhenti pada tiap tempat wisata untuk sejenak dan dipastikan tanpa dipungut biaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tanggal yang sama, kata Faozal, akan ada beberapa pusat kesenian. Di dalamnya di antaranya berisi tentang seni Islami kontemporer, juga kesenian lintas etnis.
"Nanti pada 1-5 Agustus juga ada tempat-tempat berkaitan seni islami kontemporer yang dipusatkan di Lapangan Sangkareang. Di Pantai Ampenan kita pusatkan lintas etnis, seni Banjar, Bugis, Jawa, China, Melayu juga Arab, kata Faozal.
Pada kesempatan yang sama, Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Budi Indra D beserta Karo Ops Kombes Pol DP M Jaya menjelaskan tentang pengalihan arus selama kegiatan MTQ berlangsung. Seluruh pengamanan akan dilakukan oleh pihak Polda NTB dan Polres Mataram.
"Besok pagi kita akan gelar pasukan pengamanan MTQ. Pada tanggal 28 dan mulai kegiatan pemecahan rekor MURI akan ada penutupan jalan sementara kantong parkir di Sangkareang," jelas Budi.
Menurut Budi, akan ada pengalihan jalan di tiga jalan protokol Kota Mataram. Penutupan jalan tersebut adalah Jalan Langko, Jalan Pejanggik, dan Jalan Udayana di tanggal 28-30.
"Pada saat pawai Taaruf Sangkareang akan ada penutupan jalan di Langko sampai Pejanggik. Berlaku pula pada tanggal 29-30 Juli karena crowded dampak parkir kendaraan VVIP dan VIP," jelas Budi.
"Kita turunkan pengamanan gabungan sebanyak 2.920 personel. Terdiri dari 1.685 Polri dan 1.245 gabungan dari TNI serta ormas," sambung Budi. (trw/trw)










































