"Tempat sampah pintar ini bisa memilah sendiri sampah organik, non organik dan metal," ucap Ryan saat berbincang dengan detikcom, Senin (25/7/2016).
Smart trash bin (Foto: Dok pribadi) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ryan saat mendapat penghargaan di China (Foto: Dok pribadi) |
Ryan mengatakan saat ini banyak orang yang belum sadar pentingnya memilah sampah meski sudah ada tempat sampah dengan kategori khusus yang diletakkan di jalan-jalan. Orang-orang mungkin tidak peduli atau tidak tahu jenis sampah apa yang mereka buang.
"Orang itu asal buang saja, terkadang nggak sesuai dengan katergorinya," ucapnya.
Kondisi sampah yang tercampur antara organik, non organik dan metal akan menyulitkan proses daur ulang. Apalagi sampah di Jakarta seharinya bisa mencapai 6 ribu hingga 7 ribu ton yang dikirim ke TPA Bantar Gebang.
"Sebenarnya kalau tercampur itu susah didaur ulang, karena setiap jenisnya punya penanganannya yang berbeda-beda. Jadi sulit didaur ulang," kata Ryan.
Berangkat dari sinilah dia mulai melakukan riset untuk memudahkan orang memilah sampah. Siswa kelas XI Sampoerna Academy ini membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk membuat tempat sampah pintar. Dengan alat ini, orang tidak usah repot dan bingung memilah sampah tersebut mau dimasukkan ke tong yang mana.
"Tinggal tempelin disensor, nanti tutup tempat sampah yang sesuai kategorinya terbuka sendiri," ucap Ryan.
(slm/mad)












































Smart trash bin (Foto: Dok pribadi)
Ryan saat mendapat penghargaan di China (Foto: Dok pribadi)