"Karena kartu itu yang keluarkan BPJS jadi kartu itu tidak bisa dipakai di rumah sakit karena barcode-nya tidak cocok jadi tentu kartunya ini yang jadi masalah," kata Menkes Nila sebelum menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Koordinator PMK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (26/07/2016).
Terkait korban kartu BPJS Kesehatan palsu, Menkes mengaku telah berkoordinasi dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.
"Saya sudah langsung kontak by email ke Pak Fachmi dan sudah dijawab dan kita kemarin sudah ketemu," kata Menkes Nila.
Menkes juga menghimbau BPJS Kesehatan untuk segera menyelesaikan masalah kartu palsu tersebut termasuk kemungkinan adanya calo-calo lain pembuat kartu palsu.
"Ya harus diperbaiki dong, ngga bisa gitu dong, karena ini kan masalah uang, masalah iuran jadi harus segera diperbaiki," tegas Menkes. (rvk/rvk)











































