"Pasti terganggu. Sebaiknya Presiden jangan diingatkan terus menerus untuk siap-siap periode kedua, nanti malah fokusnya ke sana," kata pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, kepada wartawan, Selasa (26/7/2016).
Namun kekhawatiran itu langsung ditepis oleh Jokowi. Jokowi memberi menegaskan bahwa dirinya belum ingin memikirkan Pilpres 2019 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketimbang memikirkan Pilpres 2019, Jokowi memilih mengimbau relawannya yang sangat banyak itu untuk mengawal program pemerintah. "Saya ajak bapak ibu saudara-saudara sekalian, relawan, untuk bergerak bersama-sama mengawal perubahan yang akan kita lakukan. Kalau ada yang belum betul, bisikkan ke saya," ujar Jokowi.
Jokowi bahkan meminta relawannya ikut mengawasi kementerian yang perlu diperbaiki. Memang saat ini isu santernya Jokowi akan segera mengumumkan reshuffle kabinet untuk kedua kalinya.
"Kalau ada di instansi di kementerian yang perlu diperbaiki di sebelah mana, direktorat jenderal mana, bisikin saya. Kalau ada di daerah-daerah yang kira-kira memerlukan bantuan perbaikan, juga tolong diinfokan ke saya. Karena mengawal perubahan ini adalah
Lalu dari mana isu panas soal 'periode kedua Jokowi' itu muncul? Dalam forum yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Silatnas, Michael Umbas menyampaikan semangat relawan Jokowi mengawal program pemerintah plus siap mendukung untuk periode kedua. Salam dua jari yang jadi jargon kampanye Jokowi di Pilpres 2014 pun sudah 'dipermak' jadi salam dua periode.
"Salam dua periode!" kata Michael menutup sambutannya lalu turun dari podium kembali ke tempat duduknya di samping Jokowi.
Semoga saja seruan 'salam periode' juga meningkatkan fokus kerja Pak Presiden.
(van/trw)











































