Pertemuan BIN-TPF Munir Batal
Kamis, 24 Mar 2005 11:16 WIB
Jakarta - Rencana pertemuan Badan Intelijen Negara (BIN) dengan Tim Pencari Fakta (TPF)Kasus kematian aktivis HAM Munir batal. Kepala BIN Syamsir Siregar mendadak dipanggil Presiden SBY ke kantor presiden.Pertemuan semula dijadwalkan akan digelar di Kantor BIN, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2005) pukul 14.00 WIB."Berdasarkan perkembangan informasi terakhir pertemuan dengan kepala BIN yang sudah dijadwalkan hari ini pukul 14.00 ditunda karena Kabin dipanggil Presiden SBY ke istana, entah untuk pertemuan apa saya tidak tahu," kata Usman Hamid, anggota TPF Munir di kantor Kontras, Jakarta, Kamis (24/3/2005)."Saya juga mencoba konfirmasi kepada ketua TPF Brigjen Pol Marsudi Hanafi yang juga membenarkan hal itu. Pagi ini, informasinya dibatalkan dan akan dijadwalkan pekan depan. Tanggal persisnya belum bisa dipastikan," lanjutnya.Menurut dia, pertemuan dengan BIN belum masuk membicarakan materi kasus Munit. "Pembicaraan untuk meminta ketegasan dan jaminan kepada Kabin bila ada proses pemanggilan terhadap aparat intelijen atau mantan aparat intelijen oleh kepolisian," ujar Usman yang juga menjabat Koordinator Kontras.Apa urgentnya bertemu dengan BIN?"Urgentnya akan terlihat kalau sudah ada hasil pemeriksaan terhadap 4 nama yang kami rekomendasikan. Tetapi kan pertemuan sempat tertunda berberapa kali. Saat ini sudah ada satu tersangka dan satu saksi yang sudah diperiksa tinggal dua lagi yang belum. Mudah-mudahan dua nama itu sudah bisa diperiksa satu atau dua pekan ini," imbuhnya.Dikatakan dia, TPF akan bertemu tim penyidik Mabes Polri untuk mengkoordinasikan hasil penyidikan terakhir terhadap Pollycarpus dan satu saksi dari Garuda.
(aan/)











































