Hasil AMM ke-49, ASEAN Satu Suara Soal Laut China Selatan

Hasil AMM ke-49, ASEAN Satu Suara Soal Laut China Selatan

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Senin, 25 Jul 2016 17:30 WIB
Hasil AMM ke-49, ASEAN Satu Suara Soal Laut China Selatan
Foto: Menlu Retno Marsudi (Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom)
Vientianne - ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-49 akhirnya sepakat soal Laut China Selatan (LCS). ASEAN sepakat untuk satu suara bahwa negara-negara anggota harus menjaga perdamaian di LCS.

Meski sebelumnya ada perbedaan pandangan soal LCS, namun hal itu bisa diatasi. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi usai pertemuan AMM.

"Para menteri luar negeri ASEAN duduk kembali berbicara mengenai bagaimana upaya penyelesaian dari joint communique. Dan alhamdulillah dapat saya sampaikan bahwa pada pukul 09.00 waktu setempat kita semua sudah dapat menyepakati joint communique, kita satu suara," kata Retno di sela-sela pertemuan menteri luar negeri se-ASEAN di National Convention Center, Vientianne, Laos, Senin (25/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari kesepakatan itu menunjukkan masalah kesatuan ASEAN, sentralisasi ASEAN dan menimbulkan satu mood yang positif di AMM dan PMC walau perbedaan selalu ada antara negara yang satu dengan negara lain. Tapi at least keputusan itu tampak sekali upaya dari negara ASEAN untuk mempertahankan, sekali lagi kesatua dan sentralisasinya," lanjutnya.

Retno juga menjelaskan, saat ASEAN bertemu dengan Menlu China, suasana yang positif dan konstruktif juga tercermin. "Kita (ASEAN) membahas upaya-upaya kerja sama yang sudah dilakukan antara ASEAN dan RRT. Dan tahun ini menandai 25 tahun hubungan antara ASEAN dan RRT," ucap Retno.

Retno sendiri tak menampik jikalau pertemuan antara ASEAN dengan China membahas soal LCS. Dengan hasil ini, Retno sangat senang karena ASEAN bisa melindungi kawasan Asia Tenggara dengan kedamaian dan kestabilan.

"Tentunya isu Laut China Selatan ada dibahas dalam pertemuan antara Menlu ASEAN dengan China. Tetapi di dalam suasana yang sangat konstruktif. Yang saya senang semua pihak semua anggota negara ASEAN sadar betul mengenai masalah peace dan stabillity. Melindungi rumah kita, rumah ASEAN dan menjadikan kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya sebagai kawasan yang damai dan stabil," tuturnya. (yds/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini