Meski sebelumnya ada perbedaan pandangan soal LCS, namun hal itu bisa diatasi. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi usai pertemuan AMM.
"Para menteri luar negeri ASEAN duduk kembali berbicara mengenai bagaimana upaya penyelesaian dari joint communique. Dan alhamdulillah dapat saya sampaikan bahwa pada pukul 09.00 waktu setempat kita semua sudah dapat menyepakati joint communique, kita satu suara," kata Retno di sela-sela pertemuan menteri luar negeri se-ASEAN di National Convention Center, Vientianne, Laos, Senin (25/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retno juga menjelaskan, saat ASEAN bertemu dengan Menlu China, suasana yang positif dan konstruktif juga tercermin. "Kita (ASEAN) membahas upaya-upaya kerja sama yang sudah dilakukan antara ASEAN dan RRT. Dan tahun ini menandai 25 tahun hubungan antara ASEAN dan RRT," ucap Retno.
Retno sendiri tak menampik jikalau pertemuan antara ASEAN dengan China membahas soal LCS. Dengan hasil ini, Retno sangat senang karena ASEAN bisa melindungi kawasan Asia Tenggara dengan kedamaian dan kestabilan.
"Tentunya isu Laut China Selatan ada dibahas dalam pertemuan antara Menlu ASEAN dengan China. Tetapi di dalam suasana yang sangat konstruktif. Yang saya senang semua pihak semua anggota negara ASEAN sadar betul mengenai masalah peace dan stabillity. Melindungi rumah kita, rumah ASEAN dan menjadikan kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya sebagai kawasan yang damai dan stabil," tuturnya. (yds/dra)










































