Mahathir Sebut Pembayaran Tebusan Membuat Abu Sayyaf Ulang Penyanderaan

Mahathir Sebut Pembayaran Tebusan Membuat Abu Sayyaf Ulang Penyanderaan

Ahmad Ziaul Fitrahudin, - detikNews
Senin, 25 Jul 2016 17:12 WIB
Mahathir Sebut Pembayaran Tebusan Membuat Abu Sayyaf Ulang Penyanderaan
Mahathir di Balai Kartini/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Dalam waktu berdekatan, WNI yang melintasi laut Filipina sudah tiga kali disandera kelompok Abu Sayyaf. Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad punya saran akan solusi penanganan yang efisien.

Bukan hanya Indonesia, warga Malaysia pun pernah mengalami hal yang sama. Terkait hal itu Mahathir mengatakan seharusnya tidak perlu pemerintah memberikan uang kepada penyandera. Dia mengatakan cara itu malah membuat peristiwa penyanderaan berkelanjutan.

"Sebab itu Malaysia sering kali mengumpulkan uang untuk diberikan ke Abu Sayyaf, justru itu Abu sayyaf meluruskan penculikan," ujar Mahathir saat konferensi pers usai mengisi orasi ilmiah di Balai Kartini, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (25/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahathir menyarankan negara seharusnya tidak boleh bernegosiasi dengan kelompok bersenjata Abu Sayyaf menggunakan uang. Mahathir mengatakan hendaknya kas negara yang digunakan untuk pembebasan sandera itu lebih baik untuk dipakai untuk memperkuat sistem pertahanan negara, agar tidak lagi terjadi penyanderaan terhadap warga sipil.

"Sebaliknya kalo uang itu untuk memperkuat lagi pertahanan kita, peralatan kita canggih. saya pikir abu Sayyaf tidak dapat menculik siapa-siapa," lanjutnya.

Saat ini 10 WNI dari dua insiden penyanderaan yang berbeda masih dalam penguasaan kelompok Abu Sayyaf. Pemerintah Indonesia sudah berkoordinasi dengan pihak Filipina untuk membuka sejumlah opsi pembebasan, salah satunya operasi militer. (fjp/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads