Yasonna juga tidak akan memberikan toleransi bila terbukti ada orang dalam lainnya yang terlibat. Sanksi pemecatan siap diberikan Yasonna bagi petugas Lapas yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.
"Kejadian di Lapas Bengkulu, menurut polisi ada keterlibatannya dengan orang di dalam lapas juga terlibat, KPLP (kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan) juga sudah diperiksa dan ditahan, ada dua orang lainnya yang terlibat," ucap Yasonna dalam rapat evaluasi dan koordinasi pelaksanaan tugas Kantor Wilayah di Jl HR Rasuna Sahid, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Irjen tolong catat, saya ingin yang terlibat diberikan hukuman seberat-beratnya, tapi kalau saya katakan pecat langsung. Sudah saya katakan pembersihan narkoba dari dalam lapas," sambung Yasonna.
Yasonna meminta kepada jajarannya untuk selalu bertanggung jawab terhadap lembaga pemasyarakatan. Menurutnya hal tersebut harus dilakukan supaya keamanan di Lapas tetap terjaga.
"Tantangan kita dengan napi dan tahanan narkoba. Peredaran narkoba ini yang harus diberantas. Kalapas juga harus bertanggung jawab dan jangan katakan tidak tahu, berarti tidak ada leadershipnya, karena masalah ini jadi sorotan pemerintah yang serius," pungkas Yasonna.
Sebagaimana diketahui, kerusuhan di Lapas Bentiring, Bengkulu akibat razia narkoba yang dilakukan Tim Satuan Reskrim Polres Bengkulu. Napi yang berada di lapas itu mengamuk menolak razia tersebut. Dalam razia tersebut, ditemukan ponsel dan beberapa barang-barang yang berhubungan dengan narkoba seperti timbangan dan pipet. (adf/rvk)











































