"Basic-nya yang paling penting kinerja. Yang bisa menilai, yang paling mengerti kan presiden dan wapresnya," kata Ketua DPR Ade Komarudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2016).
Itulah mengapa reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden. Pendapat semua pihak soal perombakan kabinet menjadi masukan, namun presiden memiliki pertimbangan yang paling tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang lain boleh memberi pendapat tapi saya kira pendapatnya tidak akan lebih baik dari pandangan presiden. Presiden yang paling paham," sambung pria yang akrab disapa Akom.
Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Johan Budi SP mengatakan, evaluasi memang terus menerus dilakukan oleh Presiden Jokowi. Hal itu adalah lumrah dilakukan oleh seorang Presiden.
"Evaluasi dilakukan terus menerus. Bahwa ada yang ditanya, kemudian perkembangan pekerjaan yang bersangkutan, adalah hal yang biasa," kata Johan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/7).
Johan juga mengatakan, salah satu tolak ukur perombakan kabinet adalah evaluasi. "Tolok ukur reshuffle atau tidak ya evaluasi kinerja. Tapi perlu dipahami evaluasi tidak hanya satu titik waktu tertentu," katanya.
(imk/erd)











































