Menlu : Kapal WNI yang Tenggelam di Johor Akan Berlayar Menuju Batam

Laporan dari Laos

Menlu : Kapal WNI yang Tenggelam di Johor Akan Berlayar Menuju Batam

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Minggu, 24 Jul 2016 20:07 WIB
Menlu : Kapal WNI yang Tenggelam di Johor Akan Berlayar Menuju Batam
Menlu Retno (Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom)
Vientiane, - Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi telah mendapat kabar mengenai tenggelamnya kapal yang mengangkut puluhan WNI di Johor Bahru, Malaysia. Kapal ini mengangkut WNI yang akan melakukan perjalanan dari Malaysia ke Batam.

"Korban yan ditemukan ini diduga adalah penumpang kapal yang tenggelam saat melakukan perjalanan dari Johor ke Batam. Jumlah penumpangnya sekitar 60 orang," ujar Retno kepada wartawan di sela acara pertemuan tingkat menteri luar negeri se-ASEAN di Ruang 28, National Convention Center, Ban Chommany Tai, Vientiane, Laos, Minggu (24/7/2016).

Retno mengatakan KJRI Johor Bahru dihubungi oleh polisi yang memberitahukan tenggelamnya kapal tersebut. Sekitar 44 orang ditemukan selamat dan 6 meninggal dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua laki-laki dan 4 perempuan ditemukan di Pantai Batu Layar, Sungai Rengit, Bandar Penawan, Johor. Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap korban, tentunya yang meninggal dilakukan penanganan dengan visum," jelasnya.

Dia mengatakan satgas perlindungan KJRI Johor Bahru tadi pagi telah menuju lokasi kejadian. "Saya sudah dapat update bahwa KJRI Johor Bahru sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengindentifikasi korban yang ada termasuk memantau masih adanya korban yang belum ditemukan," kata Retno.

"KJRI akan terus berkoordinasi," tutupnya.

Direktur Departemen Imigrasi Johor Rohaizi Ibrahim mengatakan kapal yang mengangkut puluhan WNI tersebut terbalik hanya beberapa meter dari Pantai Batu Layar. Dia menyebut ada 7 WNI yang tewas dalam kecelakaan tersebut.

"Dari investigasi yang dilakukan, kapal ini dilaporkan menyelinap keluar dari Malaysia melalui jalur tak resmi menggunakan perahu reyot. Mereka berlayar pada pukul 19.00 malam namun terjebak gelombang laut setinggi 2 meter sehingga menyebabkan kapal terbalik," ujar Rohaizi seperti dilansir media Malaysia, The Star, Minggu (24/7). (rni/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads