Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengakui bahwa ada kesalahan petugas lapas dalam menerapkan prosedur tetap (protap). Saat ini kepala pengamanan lapas pun tengah diperiksa oleh pihak kepolisian.
"Ya, (kondisi) sudah aman. Ada sih orang kita yang salah protap. Kepala pengamanan lembaga permasyarakatan (KPLP) sedang diproses, diperiksa polisi (soal) keterlibatan di sana," ujar Yasonna usai menghadiri perayaan Hari Lahir PKB di Kantor DPP PKB, Jl. Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Yasonna mengatakan sudah menegur terhadap anggota yang lalai tersebut. Terkait penyebab kericuhan di dalam lapas tersebut, ia mengatakan hal ini berawal dari rencana polisi untuk menyelidiki adanya narkoba di dalam lapas.
"Memang Polri sedang mau menyelidiki di sana kaitan narkoba. Jadi bagus tak ada senjata. Tapi ada orang kita KPLP bermain-main jadi akan ada sanksi keras. Kita lihat. Kita minta Kakanwil untuk mengambil tindakan," ujar politikus PDIP ini.
Sebagaimana diketahui, kerusuhan ialah akibat razia narkoba yang dilakukan Tim Satuan Reskrim Polres Bengkulu. Napi yang berada di lapas itu mengamuk menolak razia tersebut.
Dalam razia tersebut, ditemukan ponsel dan beberapa barang-barang yang berhubungan dengan narkoba seperti timbangan dan pipet.
(imk/imk)










































