Begini Penampakan Makam Fiktif di TPU Karet Bivak

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Jumat, 22 Jul 2016 19:11 WIB
Foto: Makam yang dibongkar sudah rata/Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta membongkar sebuah makam fiktif di TPU Karet Bivak tadi pagi. Sebelumnya memang dilakukan razia oleh dinas untuk mencari makam-makam fiktif.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (22/7/2016) makam tersebut sudah dibongkar. Posisinya bersebelahan dengan makam lain yang memang sudah ada isinya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Djafar Muchlisin membenarkan soal adanya makam fiktif. Hari ini juga pemesan sebidang tanah makam itu didatangkan ke kantor pengurus TPU.

"Beliau mengakui kalau memesan, katanya biar bersebelahan dengan almarhum suaminya kalau dia sudah meninggal," ujar Djafar saat dikonfirmasi melalui telepon. Tetapi Djafar tak menyebutkan siapa nama orang itu dan apakah tanah yang dia pesan di sebelah kiri atau kanan makam suaminya.

Menurut Djafar hal demikian tak diperbolehkan oleh Perda No 3 Tahun 2003. Tetapi sampai sekarang praktik seperti itu masih ada, terutama ketika pihak ahli waris memiliki hubungan pertemanan dengan pengurus makam.

"Pengurus ini ada yang PHL yang kita gaji, ada pula yang dari masyarakat yang memang cari nafkah di situ," kata Djafar.

Sementara itu di lokasi seorang pengurus makam bernama Bari (51) mengaku mendapat upah Rp 50.000 per makam per bulan dari ahli waris. Soal makam fiktif itu, si pengurus makam mengungkap data lain.

"Ini sebenarnya makam kadaluarsa. Udah dipesen sama orang lain. Ini sebenernya udah dipesen sama pensiunan tentara. Karena keluarga yang dulu enggak perpanjang," ucap Bari.

Gunernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebelumnya juga menuturkan bahwa dalam sehari Dinas Pertamanan dan Pemakaman bisa dapat puluhan makam fiktif. Itu dilakukan sejak dia memecat kepala dinas yang lama dan melakukan 'bersih-bersih'.

"Kan sudah digali terus, dapet. Makanya ganti kepala dinas. Kepala dinas yang baru kan terus menggali. Kemarin ini laporan ke saya sehari ada dapat 80 malam fiktif. Dipasangin batu nisan bohong-bohongan," kata Ahok usai menghadiri paripurna terkait laporan reses Anggota DPRD DKI Jakarta di Kantor DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (bag/mad)