"Nantinya mengacu ke Eropa. Kami akan mencari teknologi yang sudah terbukti, yang sudah best practice yang ada di dunia. Tidak lagi menggunakan teknologi coba-coba atau yang berupa penawaran. Tapi sudah pernah dilaksanakan negara lain dan berlangsung aman," ucap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans), Zulkifli, kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (22/7/2016).
Saat ini perhitungan teknis implementasi ERP sendiri telah sempat dibahas, seperti perhitungan biaya investasi pemenang tender hingga business plan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pembangunan infrastruktur sendiri, lanjut Zulkifli, diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 2 hingga Rp 3 triliun.
"Tapi lagi-lagi ini kan perkiraan dari kami, dari penawaran akan kami lihat karena lelang kami berbasis kinerja, jadi ini bukan lelang konvensional biasa, jadi si penyedia memberikan penawaran,yang paling menarik yang kami pilih secara finansial, itu yang kami pilih," jelasnya.
"Setelah lelang, dia (pemenang tender) bangun, (lalu) operate. Dari kami dapat revenue kami mencicil (buyback) barangnya sampai lunas. Jadi dari infrastruktur, software, sistem,mekanisme kerja, jadi itu baru benar-benar pertama kali di Indonesia. Jadi kami beli keseluruhan (all in) di dalam. Tahun 2017 akhir atau 2018 awal mudah-mudahan operate," tutup Zulkifli. (rni/rvk)










































