Proses seleksi nasional telah resmi diadakan pada hari ini Jumat (21/7) hingga 26 Juli mendatang. Ke 136 putra-putri ini akan menjalani beberapa tes terlebih dulu di PPPON, Cibubur, Jakarta Timur.
Sebelum mendapatkan 136 Paskibraka tersebut, proses seleksi sudah dilakukan mulai dari tingkat sekolah-sekolah di kabupaten sejak Februari lalu hingga akhirnya ke tingkat provinsi. Ke 136 Paskibraka ini merupakan siswa-siswi kelas 2 SMA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak banyak perubahan dari tahun-tahun sebelumnya. Mereka yang berada di sini, merupakan putra-putri terbaik yang telah melalui proses seleksi panjang dan menyisihkan ribuan seleksi lainnya," ujar Bastaman usai melakukan tes kesehatan di RSON Kemenpora, Jumat (21/7).
Ke 136 Paskibraka ini nantinya akan melewati sejumlah tes, diantaranya parade, PBB (Pasukan Baris-berbaris), jasmani, psikotest, kesehatan dan kebugaran, pengetahuan umum, kesenian daerah dan wawancara.
Proses seleksi tersebut akan dipimpin oleh beberapa tim ahli, mulai dari Lembaga Psikologi UI, Garnisun Tetap-1 Jakarta, Rumah Sakit Olahraga Nasional, Kementerian Luar Negeri, BNN, Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan.
Untuk pengumuman penentuan 68 Paskibraka terbaik, Bastaman Harapan mengatakan akan dilakukan pada 26 Juli mendatang. Meski ada 68 paskibraka yang dinyatakan tidak lolos, Bastaman menilai mereka tetap yang terbaik karena mampu lolos ke seleksi nasional.
Setiap provinsi dalam seleksi nasional kali ini mengirimkan empat wakil, terdiri dari dua putra dan dua putri. Nantinya, setiap provinsi akan menyisakan satu putra dan putri yang akan digembleng dalam karantina Paskibraka nasional.
"Karantina untuk 68 Paskibraka yang ditugaskan di Istana akan dimulai pada 28 Juli sampai 16 Agustus," tandasnya.
(ads/rvk)











































