"Kalau saya berinteraksi dengan masyarakat agar mendapatkan suatu kepercayaan. Itu kan ujung tombaknya. Kemudian menyerahkan proses politik kepada parpol yang berinisiatif," kata Sjafrie di Masjid Al-Mukarommah, Jl Lodan Raya, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (22/7/2016).
Sjafrie menjelaskan, terhadap proses politik dia memilih untuk bersikap pasif. "Apa lagi ini saya kan inisiatif partai. Saya tidak berinisiatif, yang berinisiatif itu partai saya hanya mencermati dan kemudian memutuskan ikut," jelas Sjafrie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukungan, sambung Sjafrie, terus dia dapatkan dari partai-partai yang mengusungnya. Dia juga menyiapkan diri dalam menghadapi pemilihan Gubernur DKI Jakarta mendatang.
"(Parpol) mereka memberikan pendampingan pada saya. Bagaimana mereka ingin mengembangkan proses politik. Bagaimana mengimplementasikan proses politik. Yang saya peroleh justru dari DPD, DPW," katanya.
"Tentunya persiapan saya banyak persiapkan segala sesuatu kepentingan manajerial. Tapi pastinya saya tidak sendiri ada sistem, ada tim, organisasi yang mengelola itu semua. Saya serahkan pada mereka, dan ini adalah kesiapan saya secara pribadi," urai Sjafrie.
Diputuskan Akhir Bulan Juli
Partai Gerindra mengumumkan calon yang akan diusung dalam Pilgub DKI 2017 akhir bulan Juli ini. Saat ini ada tiga nama yang sudah diajukan DPD yaitu Sandiaga Uno, Yusril Ihza Mahendra dan Sjafrie Sjamsoeddin.
"Saya pikir (pengumuman) akhir bulan ya. Mungkin iya akhir bulan," kata Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik di Masjid Al-Mukarimmah, Jl Lodan Raya, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (22/7/2016).
DPD DKI telah mengajukan ketiga nama calon tersebut untuk diusung dalam Pilgub. Keputusan akhir, sambung Taufik, akan ada pada DPP.
"Itu tergantung DPP. Kami dari DPD sudah serahkan 3 nama itu kan ada Sjafrie, Sandiaga dan Yusril. Itu semua hasil proses dari DPD," jelas Taufik.
"Kalau DPP punya kebijakan lain, itu kewenangannya," imbuhnya.
(van/trw)










































