Usai Rusuh di Lapas Bentiring Bengkulu, Polisi Bersenjata Perketat Pengamanan

ADVERTISEMENT

Usai Rusuh di Lapas Bentiring Bengkulu, Polisi Bersenjata Perketat Pengamanan

Hery Supandi - detikNews
Jumat, 22 Jul 2016 13:43 WIB
Polisi Jaga Ketat Lapas Bentiring Bengkulu (Foto: Hery Supandi/detikcom)
Bengkulu - Polisi mengambil alih pengamanan menyusul rusuh di Lapas Bentiring, Bengkulu, Kamis (21/7/2016) sore. 200 Polisi bersenjata lengkap diturunkan dalam penjagaan lapas kelas II A tersebut.

Polisi tersebut terdiri dari Polres dan Polda Bengkulu. Mereka berjaga di dalam dan di luar lapas.

Rencananya hari ini polisi kembali akan menyisir ruangan yang ada di dalam lapas. Disinyalir masih ada barang-barang yang terkait narkoba di blok-blok lainnya di dalam lapas. Atas hal ini, pihak Lapas meniadakan jam besuk bagi keluarga napi hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Kapolres Bengkulu AKBP Ardian mengatakan, ricuh yang terjadi Kamis sore sudah terorganisir. Pihak lapas telah berkomitmen untuk mengunci semua ruangan saat penggeledahan dilakukan di kamar salah satu napi yang dicurigai mengendalikan peredaran dari dalam lapas. Namun saat penggeledahan pertama, dua kamar atau semua kamar napi terbuka dan napi menyerang petugas yang menggeledah ruangan.

Saat ini, polisi masih memeriksa 3 sipir Lapas Bentiring dan 8 napi. Jika sipir lapas terlibat maka Ardian tidak akan segan-segan menetapkan mereka sebagai tersangka.

"Jika terlibat ketiga sipir akan ditetapkan tersangka. Yang jelas kejadian ini sudah terencana, terorganisir dan blok atas yang semua terkunci ternyata tidak terkunci dan para napi memberikan perlawanan terhadap aparat," kata Ardian, di Lapas Bentiring, Bengkulu, Jumat (22/7/2016).
Napi ditangkap Saat Rusuh di Lapas Bentiring, Bengkulu (Hery Supandi/detikcom)

Sebelumnya, Direktur Kamtib Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM Sutrisman ketika dihubungi detikcom, mengatakan rusuh di Lapas Bentiring akibat razia narkoba yang dilakukan Tim Satuan Reskrim Polres Bengkulu. Napi yang berada di lapas itu mengamuk menolak razia tersebut.

Dalam razia itu, menurut Sutrisman, polisi menemukan ponsel dan beberapa barang-barang yang berhubungan dengan narkoba seperti timbangan dan pipet. Razia langsung dihentikan begitu terjadi ricuh.

(nwy/trw)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT