Zero Accident, PT KAI Angkut 5,48 Juta Penumpang di Masa Angkutan Lebaran

Zero Accident, PT KAI Angkut 5,48 Juta Penumpang di Masa Angkutan Lebaran

Nathania Riris Michico - detikNews
Jumat, 22 Jul 2016 11:42 WIB
Zero Accident, PT KAI Angkut 5,48 Juta Penumpang di Masa Angkutan Lebaran
Dirut PT KAI Edi Sukmoro bersama jajarannya di Stasiun Senen (Foto: Nathania Riris Michico/detikcom)
Jakarta - Selama pelaksanaan masa angkutan Lebaran 2016, PT Kereta Api Indonesia (KAI) berhasil mencapai target zero accident dengan kenaikan penumpang hingga 7,3 persen dari total penumpang tahun lalu. Tahun ini, sebanyak 5,48 juta penumpang telah diangkut oleh PT KAI.

"Hasil dari angkutan operasi Lebaran tahun ini total penumpang yang berhasil kita angkut adalah 5,48 juta penumpang tahun 2016 sedangkan tahun 2015 itu 5,10 juta penumpang," kata Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (22/07/2016).

Edi mengatakan bahwa selisih penumpang dari tahun lalu yang mencapai 5,38 juta penumpang tersebut merupakan lompatan yang melebihi prediksi awal penumpang yang bisa diangkut oleh PT KAI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirut PT KAI Edi Sukmoro di Stasiun Senen (Foto: Nathania Riris Michico/detikcom)

"PT KAI juga memperjuangkan menambah rangkaian kereta api meskipun cadangan yang ada jadi berkurang, kita menambahakan rangkaian tahun ini," kata Edi.

Rangkaian kereta tambahan di luar rencana operasi yang bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan tersebut antara lain; KA Kutojaya Ekstra Lebaran (Kutoarjo-Pasar Senen PP) pada 3-18 Juli 2016 dan KA Argo Parahyangan (Bandung-Jakarta PP) pada 2,3,4,5,9,10,11, dan 17 Juli 2016.

Rangkaian kereta KA Kutojaya Ekstra Lebaran yang dioperasikan pada operasi angkutan Lebaran kemarin menggunakan kereta baru dengan kapasitas 80 seat per kereta sehingga total kapasitas 800 penumpang per perjalanan. Kereta baru ini kelas ekonomi ini memiliki fasilitas setara kelas eksekutif dengan desain interior yang lebih modern dengan dilengkapi AC, televisi, CCTV, sandaran tangan per tempat duduk dan colokan listrik.

"Ada hal-hal baru yang diperkenalkan tahun ini antara lain pelayanan semua stasisun itu ruang tunggu harus bersih dan bagus dan WC sudah baik dan musala harus baik dan layak untuk dipakai penumpang," lanjut Edi.

Untuk omzet tahun ini, PT KAI juga mendapat lonjakan penghasilan dibanding tahun lalu yaitu sebesar 14 persen.

"Dibanding tahun 2015 penghasilan operasi angkutan Lebaran naik jadi 14 persen, total H-10 dan H+10 tahun 2015 itu Rp 401 miliar sedangkan tahun 2016 ini Rp 459 miliar," tambah Direktur Komersial PT KAI Bambang di lokasi yang sama.

Selain itu, PT KAI telah mengimplementasikan penerapan baru sistem cek in mandiri di beberapa stasiun di Jawa yang diharuskan untuk mengetikkan kode booking atau memindai barcode yang tertera pada bukti pembelian tiket KA pada mesin cek in. Ini untuk mempercepat proses cetak boarding pass, sehingga memudahkan penumpang, memberikan kenyamanan di stasiun, mengurangi antrean dan menghilangkan peredaran tiket palsu/percaloan. (hri/hri)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini