Pesan Jaksa Agung di Hari Bakti Adhyaksa ke-56

Pesan Jaksa Agung di Hari Bakti Adhyaksa ke-56

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 22 Jul 2016 10:33 WIB
Pesan Jaksa Agung di Hari Bakti Adhyaksa ke-56
Jaksa Agung M Prasetyo (Foto: Elza Astari/detikcom)
Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo mengingatkan jajarannya untuk tidak main-main dalam penegakan hukum. Dia juga meminta anak buahnya agar tak sekali-kali melakukan pelanggaran hukum.

Hal itu disampaikan Prasetyo saat memberikan sambutan dalam rangka peringatan Hari Bakti Adhyaksa ke-56 yang digelar hari ini di kompleks Kejaksaan Agung, jalan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Prasetyo juga mengingatkan agar para jaksa menjaga integritasnya dalam penanganan perkara. "Dengan tema kita junjung tinggi citra kejaksaan dengan kepedulian sosial kepada anggota dan masyarakat. Kita junjung tinggi dan menghindari kebatilan dan peran aparatur negara tidak dijadikan formil dan materi, tapi kaidah agama moral dan etika. Untuk itu untuk menjaga integritas dan merawat penting," kata Prasetyo, di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prasetyo juga mengimbau agar jaksa dalam menyelesaikan tugasnya secara profesional, cepat, dan berintegritas agar korps adhyaksa disukai masyarakat. Ia juga mengimbau jaksa dalam penetapan tersangka harus berhati-hati dan bersikap profesional apalagi jika diajukan gugatan prapradilan.

"Dinamika dan perkembangan hukum juga membuat kita memahami dan merespon secara tepat. Sebagai contoh penetapan seeorang menjadi tersangka dan prapradilan harus disikapi dengan profesional dan hati-hati," ujar Prasetyo.

Dia juga mengimbau agar para jaksa memiliki sikap disiplin, mandiri, dan tidak melakukan tindakan tercela agar kepecayaan masyarakat kembali kepada penegak hukum. Prasetyo menegaskan, jika ada jaksa yang terkena maka tidak akan mendapat ampunan dan toleransi.

"Kita sering kecewa dan sedih ketika ada yang tersandung kasus hukum baik narkoba dan korupsi. Oleh karena itu, pimpinan kita tidak akan mentoleransi bagi warga tersebut karena akan mencoreng nama martabat korps Adhyaksa. Sekali nama kita terpuruk diperlukan energi dan waktu yang lama untuk mengembalikam kepercayaan masyarakat. Penyelesaian perkara harus dilaksanakan secara konsisten dan kita harus pikirkan sanksi apa bagi siapapun yang main-main dengan perkara korban dan perkara lainnya," kata Prasetyo.

Dalam HUT Adhyaksa ini, Prasetyo juga mengimbau agar jaksa tidak melakukan tindakan tercela karena ada beberapa oknum yang tersangkut kasus. Sejak tahun 2015, ia mengatakan ada sekitar 60 jaksa dan pegawai yang tersangkut kasus narkoba, penggelapan, dan bolos kerja. Ia mengingatkan jajarannya untuk menjaga kehormatan dan profesi agar kejaksaan disenangi masyarakat.

"Sikap menahan diri dengan cara menjaga intergtiras dan menghindarkan diri agar tidak ketahuan dan agar tidak tertangkap tangan dan staregi lainnya. Sikap tegas ada beberapa jaksa dan pegawai yang tersangkut kasus," ujar Prasetyo.



"Saya ingin mengajak kita semua untuk mensyukuri. Kita dipercaya memegang amanah salah satu upaya kita harus bekerja jeras dan ikhlas," imbuhnya.

(erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads